• 22 Februari 2024 15:34
Logistik

Isuzu Optimis Bidik Sektor Cold Chain Logistik

 

Jakarta – PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sebagai agen pemegang merek (APM) kendaraan Isuzu di Indonesia, mengadakan diskusi bertema “Automotive Commercial Discussion Club Cold Chain Industry Outlook” di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023.

Mengacu pada Badan Pusat Statistik (BPS), sektor transportasi dan pergudangan pada 2022 tumbuh paling tinggi dari sisi produksi, hingga menembus 19,87%. Logistik merupakan salah satu bisnis yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2023, Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) memprediksi bisnis logistik di Indonesia bisa tumbuh sekitar 5% hingga 8%. Sedangkan Supply Chain Indonesia (SCI) memprediksi kontribusi sektor Logistik (sektor transportasi dan pergudangan) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), diproyeksikan menembus angka Rp 1.090,2 triliun pada 2023.

“Industri rantai makanan beku ini terus menunjukan pertumbuhan yang baik semenjak pandemi Covid-19. Maka dari itu, permintaan untuk transportasi cold chain akan terus meningkat seiring meningkatnya industri makanan dan minuman serta membaiknya perekonomian pasca pandemi” Ujar Yusak Kristian Solaeman, President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI).

“Tentunya kami Isuzu sebagai produsen akan menyediakan produk dan layanan terbaik untuk customer, agar para pelaku usaha dapat menjalankan usahanya dengan lancar” kata Yusak

“Untuk sisi produk Isuzu memiliki desain kabin hexapod dan chasis yang fleksibel untuk dimodifikasi menjadi berbagai bentuk aplikasi namun tetap efektif dan efisien secara performa mesin dan konsumsi bahan bakar” tambahnya

Cindyanto Kristian, CEO PT Sewu Segar Nusantara menjelaskan, untuk mengantarkan buah segar tentunya harus didukung dengan kendaraan yang memiliki performa terbaik. Maka dari itu kendaraan Isuzu sangat berperan penting karena bisa bekerjasama dalam proses pengiriman buah ke distributor.

“Cold chain merupakan bisnis masa lalu, masa kini dan masa depan. Harapannya antar pelaku industri termasuk karoseri bisa saling bersinergi” ungkap Albertus Whitney, Executive Director Karoseri Delima Mandiri

Bisnis ini tidak akan pernah mati. Karoseri bagian kecil industri cold chain, namun kami berharap kedepannya industri ini bisa berkembang menjadi lebih besar lagi” tutur Whitney.

Industri rantai pendingin, F&B termasuk juga di dalamnya, memiliki potensi yang besar di Indonesia. Ekosistem pendukung seperti karoseri dan kendaraan komersial pun siap memberi pilihan solusi bagi kemajuan industri tersebut.

By Yudi Atmaja

https://lensautama.com

Komentar pembaca