• 28 Mei 2024 23:16

LensaUtama

Jendela Cakrawala Indonesia

Distribusi BBM Bersubsidi

Jakarta – Teknologi digital dapat menjadi salah satu usaha pemerintah untuk mengendalikan distribusi BBM bersubsidi agar semakin tepat sasaran. Berdasarkan data kementerian keuangan, saat ini 80 persen Pertalite dinikmati masyarakat mampu, sementara 89 persen solar bersubsidi dinikmati dunia usaha dan masyarakat mampu.

Hal ini merupakan fakta yang harus segera direspon oleh pemerintah agar dapat memperbaiki implementasi penataan distribusi BBM bersubsidi dan masyarakat yang tidak mampu dapat menikmati subsidi energi.

Menurut anggota Komisi VII DPR RI, Abdul Kadir Karding, pentingnya pengendalian penggunaan BBM bersubsidi adalah karena negara telah mengalokasikan anggaran subsidi dalam APBN, sehingga implementasinya harus tepat guna dan tepat sasaran.

“Berapa pun anggaran yang digelontorkan untuk subsidi BBM ke masyarakat pasti akan habis. Jadi harus diatur pendistribusiannya pada kota-kota tertentu dan mekanisme penggunaannya oleh masyarakat. Di sinilah pemerintah membutuhkan sebuah sistem” kata Karding

MyPertamina adalah salah satu jalan untuk mengendalikan pembelian BBM bersubsidi, karena masyarakat harus menggunakan aplikasi ini untuk membeli Pertalite atau pun Solar bersubsidi. Menurutnya, aplikasi MyPertamina perlu, agar semua penggunaan BBM bersubsidi dapat dikontrol dan meminimalisasi tidak sampainya BBM bersubsidi kepada yang berhak” ungkapnya

“Pengguna BBM bersubsidi harus mendaftarkan kendaraannya di website subsiditepat.mypertamina.id. Nantinya pelanggan akan mendapatkan QR Code sebagai bukti bahwa mereka layak mengonsumsi BBM bersubsidi tersebut” Ujar Corporate Secretary PT Pertamina Patra, Irto Ginting

“Jadi, tidak wajib punya aplikasi MyPertamina. Saat ini QR Code Subsidi Tepat ini juga masih sebatas uji coba, untuk menguji kesiapan sistem dalam mencocokan data kendaraan dengan volume yang disalurkan” paparnya

Irto juga menyatakan harapannya agar QR Code MyPertamina akan disesuaikan lagi penerapannya dengan revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, tentang distribusi BBM bersubsidi. Dengan penyesuaian tersebut, penyaluran BBM bersubsidi akan dapat terkontrol dan menghasilkan data yang transparan.

Walaupun penggunaan MyPertamina saat ini masih sebatas uji coba, namun respon masyarakat cukup positif. Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar per hari yang mencapai 28 ribu orang sejak November 2022 silam.

“Selain pendaftar, transaksi menggunakan QR Code juga berjalan baik di wilayah uji coba. Sejak dimulainya uji coba, hingga saat ini total pendaftar di website subsiditepat.mypertamina.id sudah mencapai 3,5 juta” jelas Irto.

“Pembelian produk Pertamina melalui MyPertamina juga dapat dilakukan dengan transaksi nontunai, bahkan konsumen bisa mendapatkan penawaran-penawaran lain, termasuk harga khusus untuk produk nonsubsidi dan berbagai hadiah menarik yang biasanya dilakukan setiap tahun, seperti MyPertamina Fair” pangkasnya

By Syaidah Azahra

Gadis kelahiran tahun 2000 yg masih kuliah di salah satu universitas, yang bercita-cita ingin menjadi pengusaha agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Gadis pemalu ini bergabung di lensautama.com sebagai penulis untuk menyalurkan hobi nya.

Komentar pembaca