Epson Lepas 600 Ekor Anak Penyu di Pantai Tapak Padri Bengkulu

Jakarta –  PT Epson Indonesia melakukan pelepasan anak penyu atau tukik di wilayah Pantai Tapak Padri Bengkulu. Pelepasan 600 ekor tukik itu, diawal dengan melepas tiga ekor penyu dewasa, jenis penyu hijau dan penyu sisik.

Head Of Finance And Corporate Service PT Epson Indonesia, M Husni Nurdin mengatakan, pelepasan anak penyu itu dalam rangka program Corporate Social Responsibility (CSR), yang selaras dengan program Sustainable Development Goals (SDG’s) yang ditetapkan oleh Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), soal pelestarian lingkungan.

“Tahun ini cukup istimewa, karena ditengah cobaan pendemi covid-19, Epson tetap terus berupaya bekerja dan berusaha, untuk melakukan kegiatan CSR. Salah satunya dengan pelepasan tukik di Bengkulu” kata Husni.

“Masukan pertama dari RRI Pontianak, dengan melakukan penanaman mangrove di Mempawah Mangrove Park Kalimantan Barat. Lalu kedua, masukan diberikan oleh Harian Bengkulu Ekspress dengan melakukan pelepasan anak penyu di Pantai Tapak Padri Bengkulu” imbuhnya

“Masukan teman-teman inilah yang kita lakukan. Walapun dengan kondisi terbatas, kita tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara ketat” ungkap Husni.

Dipilihnya anak penyu yang dilepas, menurut Husni, kondisi saat ini ekosistem penyu itu sudah mulai mengkwatirkan. Padahal Indonesia sendiri, dikelilingi oleh luasnya lautan. Untuk itu, ekosistem penyu itu harus tetap dijaga, dengan melakukan  pelepasan kembali anak penyu dilautan.

“Indonesia merupakan negara spesies paling banyak penyu. Dari 7 jenis penyu di dunia, ada 6 jenis penyu di Indonesia dan di Bengkulu, ada 4 jenis penyu. Ekosistem penyu ini harus dijaga” jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan Lembaga Lestari Alam Laut untuk Negeri (Latun) Bengkulu, Raehmat Effendi mengatakan, upaya yang dilakukan PT Epson Indonesia ini sangat bagus sekali. Karena langkah itu baru pertama dilakukan oleh Epson untuk perlindungan penyu.

“Secara tidak langsung, kami sangat terbantu. Harapan kami Epson tidak berhenti sampai disini, terus mendukung kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan dan konservasi” terang Raehmat.

Saat ini, kondisi penyu di Provinsi Bengkulu, khususnya di Kota Bengkulu sangat mengkwatirkan. Hal itu disebabkan, dua lokasi habitat penyu sudah mulai hilang. Dua lokasi itu ada di Teluk Sepang dan Pulau Tikus. Seperti di Pulau Tikus sendiri, lokasi pulau juga sudah tergerus akibat abrasi. Dari awalnya lebih dari 25 hektar, saat ini hanya sekitar 0,8 hektar saja.

“Artinya sudah banyak lokasi penyu yang sudah abrasi. Harapan kami, pemerintah juga bisa memperhatikan kondisi saat ini,” tutupnya.

Komentar pembaca