• 21 Mei 2024 01:44

LensaUtama

Jendela Cakrawala Indonesia

Pembiayaan Adira

Jakarta – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan kinerja positif selama 2022. Total pembiayaan Adira Finance mengalami kenaikan sebesar 22% dari tahun lalu atau mencapai Rp 31,7 triliun.

Kemudian, sumbangsih terbesar ke dua berasal dari sektor motor sebesar Rp 11,4 triliun dengan pertumbuhan 2,1%. Sementara untuk sektor pembiayaan non otomotif memberikan sumbangsih sebesar Rp 6,1 triliun, dengan pertumbuhan mencapai 45% dari tahun sebelumnya.

Swandajani Gunadi, Direktur Marketing Adira Finance mengatakan, pencapaian tersebut itu sejalan dengan pertumbuhan dari ketiga sektor pembiayaan, Adira Finance, mobil, motor dan fnance.

“Finance naik sekitar 25%, memang didominasi kenaikannya portofolio mobil. Motor masih sedikit sekali. Sementara portofolio non otomotif naik 45% untuk financing” ungkapnya

Direktur Portofolio Adira Finance Harry Latif menambahkan, di 2022 kemarim performa portofolio pembiayaan electric vehicle untuk mobil dan motor mencapau Rp 29,6 miliar.

“Untuk 2023 kami berharap pembiayaan kendaraan listrik dapat tumbuh dua sampai tiga kali lipat dibanding 2022, atau sekitar Rp 60 miliar sampai 70 miliar” katanya

Untuk dapat mencapai target yang dicanangkan tersebut, Adira Finance pun menyiapkan berbagai program khusus untuk pembiayaan kendaraan listrik.

“Untuk penjualan mobil baru lebih tinggi dibandingkan motor. Booking mobil baru naik 40%, atau sebesar Rp 94 triliun, mobil bekas naik 25% menjadi Rp 4,7 triliun. terkena imbas dari kenaikan mobil baru” jelas Harry Latif

EV sendiri menjadi salah satu fokus Adira Finance di 2023 ini. Sejak November 2022, perusahaan telah menggelontorkan sejumlah subsidi pembelian ev, khususnya motor. Di awal tahun ini, Harry mengatakan, direncanakan akan lebih digencarkan lagi.

Sekadar informasi, sejauh ini Adira Finance telah menyalurkan pembiayaan untuk beberapa Agen Pemegang Merek (APM). Di antaranya dua brand untuk kendaraan roda empat, dan 16 brand untuk kendaraan roda dua.

Sementara untuk pembiayaan durables atau alat rumah tanfga meningkat 18% atau mencapai Rp 387 miliar. Kemudian untuk fasilitas dana multiguna, naik 37% mencapai Rp 5,4 triliun.

By Yudi Atmaja

https://lensautama.com

Komentar pembaca