• 21 Mei 2024 01:55

LensaUtama

Jendela Cakrawala Indonesia

Jakarta – Bagi pabrikan sepeda motor asal Jerman, BMW Motorrad, unit yang satu ini dapat dikatakan sebagai maha karya terbaik para insinyurnya pada model sport. Sektor performa menjadi fokus utama dalam pengembangannya sehingga menyerupai model spesifikasi balap.

Model M RR atau M 1000 RR memiliki tenaga dan torsi puncak yang lebih besar dibandingkan model S 1000 RR pendahulunya, menjadikan motor ini sebagai “rare item” bagi pemilik yang mendambakan eksklusifitas dan individualitas.

Joe Frans, CEO BMW Motorrad Indonesia mengatakan, model M RR atau M 1000 RR mengadopsi motor superbike mereka, dengan spesifikasi mesin serupa untuk unit yang digunakan di ajang WorldSBK dan BSB, motor ini dibandrol yakni sekitar Rp1,6 miliar off the road.

Untuk performa tenaga yang jauh lebih besar serta komponen yang dirancang khusus untuk aplikasi di trek balap, menjadi interprestasi BMW dalam menghadirkan model terkuat di jajaran BMW Motorrad yang telah dihadirkan kepada publik dunia.

“Hadirnya varian ini untuk menambah jajaran tipe sport di Indonesia” ungkapnya

Imbuhan material karbon yang disematkan di beberapa komponen plus dipasangkannya sayap (winglet) di bagian depan, turut menyumbangkan aksen balap ke dalam tubuh BMW M 1000 RR.

Superbike ini dibekali mesin berbasis versi RR yakni 4 silinder segaris berpendingin cairan, dipadukan dengan teknologi BMW ShiftCam. Bobot kotor pun hanya 192 kg.

Konfigurasi tersebut untuk memvariasikan waktu buka dan tutup katup yang telah dimodifikasi sedemikian rupa secara komprehensif ke arah mesin sport balap. Hasilnya, output mencapai 212 hp pada 14.500 rpm dengan torsi puncak diangka 113 Nm di putaran mesin 11.000 rpm.

Secara teknis, mesin M 1000 RR memiliki optimisasi teknis yang ekstensif seperti piston 2-ring terbaru lansiran Mahle, ruang bakar yang disesuaikan, kompresi ditingkatkan menjadi 13,5 dan connecting rods berbahan titanium yang lebih panjang dan ringan.

Selain itu, disematkan rocker arm lebih ramping dan ringan, port intake sepenuhnya dirancang dengan geometri saluran baru, serta optimalisasi pada camshaft dan area intake. Sistem knalpot yang ringan juga terbuat dari titanium.

Secara keseluruhan, mesin M 1000 RR baru lebih bertenaga dibandingkan power train RR di rentang 6.000 rpm – 15.100 rpm. Rentang putaran mesin tersebut sangat relevan untuk dinamika berkendara di trek balap, namun tetap layak digunakan di area perkotaan tanpa kehilangan sisi sporty-nya.

BMW M 1000 RR telah dipasangkan sasis baru berbasiskan model RR, dengan rangka ‘jembatan’ di bagian tengahnya terbuat dari aluminium. Sasis ini begitu serasi dipadu dengan shock model upside-down di depan yang dioptimalkan fungsinya.

Sementara di belakang disematkan suspensi berkelir biru serta kinematika Full Floater Pro. Fokus utama dari desain sasis ini untuk mencapai waktu putaran terbaik di trek balap.

Perhatian khusus diberikan untuk mengoptimalkan performa kendara, pengereman dan kontrol anti-squat, serta feeling terbaik sang rider pada roda depan dan belakang.

Dipasangkannya rem rancangan divisi M didasari pengalaman di ajang World Superbike Championship, yang memberikan stabilitas pengereman serta kemampuan kontrol yang maksimum.

Secara umum, kaliper rem M memiliki lapisan anodisasi biru yang dikombinasikan dengan logo M. Dengan pelek berbahan karbon M, tentunya kemampuan saat melahap permukaan aspal semakin mumpuni, namun tetap ringan baik di trek balap maupun jalan raya.

By Yudi Atmaja

https://lensautama.com

Komentar pembaca