Lagi-lagi Pemerintah Tangerang Selatan Melakukan Perpanjangan PSBB Hingga 26 juli 2020

Advertisements

Jakarta – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memutuskan untuk melakukan perpanjangan PSBB keenam. Perpanjangan ini dilakukan hingga 26 Juli 2020.

Penetapan ini juga menyusul Keputusan Gubernur Banten yang menetapkan Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Penetapan ini juga tertuang dalam Keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Kep.165-Huk/2020 tentang Penetapan Perpanjangan tahap Keempat Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

“Perpanjangan PSBB ini diputuskan dengan alasan PSBB masih menjadi salah satu cara pemerintah dalam melakukan penanganan Covid-19. Dimana kegiatan sosial masih dibatasi secara maksimal dalam 14 hari mendatang. Dengan tujuan, jumlah kasus perhari bisa ditekan hingga berkurang secara berkala” Ujar Benyamin sebagaimana diunggah di akun Instagram @humaskotatangsel.

Penentuan perpanjangan PSBB ini terus dilakukan dengan alasan, bahwa kesadaran masyarakat baru mencapai 76 persen. Dimana idealnya, PSBB akan memberikan dampak terhadap jumlah kasus Covid-19 ketika kesadaran asyarakat mencapai 90 persen.

Benyamin memahami jika ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan di luar rumah. Karena itu dia menetapkan bahwa masyarakat yang terpaksa harus melakukan kegiatan di luar rumah untuk memenuhi peraturan dan ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah tugas.

Airin menjelaskan, perpanjangan PSBB ini diatur juga dalam Keputusan Walikota Nomor 338/Kep.180-Huk/2020 tentang Pepanjangan Keempat Pemberlakukan Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala besar. Dimana PSBB masih menjadi salah satu cara pemerintah dalam melakukan penanganan Covid-19.

Di mana kegiatan sosial masih dibatasi secara maksimal dalam 14 hari mendatang. Dengan tujuan, jumlah kasus perhari bisa ditekan hingga berkurang secara berkala.

Adapun peraturan yang ditetapkan dalam PSBB terhadap pelaku usaha yang diizinkan untuk tetap beroperasi tetap sama. Dimana seluruh pelaku usaha yang bergerak di bidang pangan untuk tetap memberikan pelayanan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Dengan memerhatikan berbagai ketentuan seperti penyediaan fasilitas protokol kesehatan. Seperti sarung tangan, kemudian alat bantu dalam menyentuh makanan hingga fasilitas higienis terhadap pelayanan yang dilakukan.

Beberapa Postingan @humaskotatangsel lagi-lagi diserbu komentar skeptis netizen Tangsel.

“Lah ampe sekarang ini Tangsel masih psbb yaa?? Kirain dah kelar Wajah menyeringai dengan mata tersenyum udah rame bet jalanan” Ujar @latuheruleo

“PSBB masih sampe tgl 26 juli, tapi bocah2 masi heboh main layangan, pagi-sore masi banyak orang2 naik sepeda”@somaytagor

“Ada/ga ada PSBB sama aja.. tetep aja warga bebas ngumpul.. bebas terima tamu jauh.. RT/RW cuek! Yg berduit malah bebas jalan2 cari hiburan. Gmn nasib kami yg skrg nganggur ini ????” tuis @wie3380

“Ojol bolehin bawa penumpang kali!!! Jabodebek aja udah masa tangsel blm? Dikira warga tangsel pengangguran semua kali?!” papar @iqbalramadhan.97

Komentar pembaca