Gojek dan Greb di Himbau Tidak Beri Diskon Gila-gilaan

Advertisements

Jakarta – Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Darat telah melayangkan surat edaran kepada dua aplikator layanan transportasi ojek online, Grab dan Go-Jek mengenai imbauan terkait promo diskon tarif.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan imbauan terkait promo biaya jasa tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi persaingan tidak sehat antara kedua aplikator.

Imbauan tersebut meminta kedua aplikator tidak memberlakukan promo diskon tarif yang membuat biaya jasa melewati tarif batas yang sudah ditentukan.

Biaya jasa yang melewati tarif batas bawah dikhawatirkan berpotensi merambah ke persaingan tidak sehat.

Tarif batas bawah untuk Zona I yakni Rp 1.850 per km, sedangkan batas atasnya Rp 2.300 per km dan untuk biaya jasa minimal atau dalam 4 km pertama yakni Rp 7.000-Rp 10.000.

Sementara itu untuk Zona Jabodetabek besarannya yakni batas bawah Rp 2.000 per km dan batas atas Rp 2.500 per km. Adapun, biaya jasa minimal dalam 4 km pertama antara Rp 8.000-Rp 10.000.

Untuk Zona III, tarif batas bawah yakni Rp 2.100 per km dan batas atasnya Rp 2.600 per km. Sementara itu, biaya jasa minimal dalam 4 km pertama kisaran Rp 7.000-Rp 10.000.

Kemenhub sendiri hanya memberikan imbauan agar kedua aplikator tak memberikan diskon tarif yang membuat biaya jasa melewati tarif batas bawah yang sudah diatur dalam peraturan menteri Nomor 12 Tahun 2019.

“Kalau kedua aplikator melaksanakan di bawah tarif batas bawah, ada potensi persaingan tidak sehat” Ujar Budi Budi Setiyadi, Dirjen Perhubungan Darat.

Selain itu, pemerintah juga mengharapkan program diskon yang diberikan aplikator tidak berlangsung terlalu lama.

“Kita juga harapkan aplikator dalam menerapkan diskon tidak lama harus ada batasan waktu yang harus tertentu” Ujarnya

Komentar pembaca

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE