• 16 Juli 2024 23:23

LensaUtama

Jendela Cakrawala Indonesia

Sprint Rally 2024

Jakarta – Kejuaraan Nasional Sprint Rally 2024 yang bergulir sejak Februari silam menampilkan perbedaan dibanding tahun sebelumnya, khususnya dari pereli yang ikut serta.

Hampir 80% dari peserta Kejurnas tahun ini didominasi wajah-wajah baru dari Generasi Milenial maupun Gen Z. Di tahun inilah generasi penerus mulai menunjukkan diri di dunia reli Indonesia!

Salah satu di antara mereka adalah Diva Zahra, pereli wanita asal Bandung, kelahiran tahun 2001. Diva yang baru terjun ke dunia sprint rally pada tahun 2023 lalu kembali tampil di Kejurnas Sprint Rally 2024 ini dengan semangat yang berbeda.

Menghadapi putaran 3 yang berlangsung di Sirkuit Klipang Sido Muncul, Semarang Jawa Tengah Diva bakal tampil dengan kendaraan baru. Proton Neo kelir kuning yang telah menemaninya mengawali kompetisi sprint rally sejak tahun lalu itu berganti dengan Honda Jazz Hatchback berwarna putih dengan striping merah dan biru muda.

“Membelah lintasan sejauh 4,7km dengan tunggangan yang menurutnya lebih lincah dan lebih bertenaga. “Mobil yang saya pakai kali ini terasa lebih bertenaga dan lebih asyik saat bermanuver di lintasan yang penuh kelokan tajam” Ujar Diva

Hal tersebut ia rasakan seusai melakukan shakedown atau uji lintasan di Sirkuit Klipang, Semarang, Jawa Tengah pada hari Jumat, 28 Juni 2024. Dengan lintasan gravel berkarakter cepat dan dihiasi tikungan-tikungan menantang, Sirkuit Klipang sendiri merupakan lintasan baru dalam kalender sprint rally 2024. Sebelumnya sirkuit di daerah Tembalang ini lebih dikenal sebagai sirkuit grass track atau balap motor.

Tampil dengan mobil baru, membuat rasa percaya diri Diva untuk menunjukkan hasil terbaik semakin tinggi. Target menjadi juara di Kelas Wanita pada putaran 3 pun ia pasang untuk memompa diri.

Di sisi lain, Diva menyadari bahwa target yang ia pasang bukan hal yang mudah untuk ia raih. Selain karena masih harus menyesuaikan diri dengan kendaraan baru, Diva paham bahwa tingkat kompetisi di Kelas Wanita cukup ketat. Ia yang berada di kelas F2 harus mampu meraih catatan waktu tercepat dan bersaing dengan pereli wanita lainnya di tiga kelas yang berbeda.

“Tingkat kompetisi di Kelas Wanita menurut aku cukup ketat. Buat aku yang baru jalanin sprint rally tahun lalu, harus benar-benar tampil bagus,” ujarnya. “Belum lagi, harus mengenal mobil baru supaya lebih dapat feel-nya,” papar lulusan Fakultas Hukum Universitas Padjajaran itu.

Saat shakedown, Diva yang didukung oleh Pertamax Turbo mencatat waktu 2 menit 06 detik. Hasil yang menggembirakan untuk seorang pereli yang masih beradaptasi dengan mobil dan lintasan baru. Namun Diva merasa belum puas, karena ia mengaku masih melakukan beberapa kesalahan yang seharusnya tidak terjadi.

“Jika ingin menang saya harus minim kesalahan, saya harus bisa melaju semulus dan secepat mungkin,” ungkapnya.

Diva mengaku ia harus dapat menaklukan tantangan yang disodorkan Sirkuit Klipang. Lintasan tanah keras dihiasi batu-batu lepasan alias loose gravel membuat trek tersebut menjadi licin meski tidak diguyur hujan.

Yang jelas, menghadapi SS1 dan SS2 di hari Sabtu (29/7) Diva yang didampingi navigator Andrian Maulana akan mengeluarkan semua potensinya untuk mendapatkan hasil memuaskan.

Putaran 3 Kejurnas Sprint Rally yang berlangsung di Sirkuit Klipang pada 29-30 Juni diikuti oleh 131 pereli yang terbagi dalam 15 kelas berbeda.

By Yudi Atmaja

https://lensautama.com

Komentar pembaca