Jendela Otomotif Indonesia

Pemuka Agama Ujung Tombak Penyebar Nilai Keagamaan

0

Jakarta – Rangkaian Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siber Kreasi bersama Dyandra Promosindo kembali menggelar kegiatan diskusi virtual pada Selasa, 29 Juni 2021.

Kolaborasi ketiga lembaga tersebut dikhususkan pada penyelenggaraan Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan kali ini diikuti oleh 766 peserta dengan antusiasme yang tinggi.

Dicky Sofjan mengatakan, posisi ulama, pendeta, dan tokoh agama lainnya cukup strategis dalam dunia digital. Para pemuka agama dan jejaring mereka dapat menjadi ujung tombak penyebaran nilai-nilai keagamaan yang damai dan progresif.

“Umat beragama harus meyakini bahwa keberagaman bukan saja hanya merupakan fakta dan realita sosial, tapi bagian dari ketentuan Tuhan dan sunnatullah” katanya.

Wiwid Wahida mengatakan, media sosial menjadi tempat penyampaian pendapat karena kurangnya kesempatan di dunia nyata; warganet cenderung cari perhatian atau sensasi; media sosial dijadikan tempat pelampiasan amarah; serta kurangnya pengetahuan terkait sanksi akibat pelanggaran etika.

Semestinya warganet dapat mempertimbangkan peluang timbulnya efek negatif sebelum mengunggah suatu pendapat. Wiwid menambahkan, komentar berupa kritik juga mesti disampaikan dengan saran yang membangun.

Konsep penting dalam berdakwah agar tidak menimbulkan polemik perlu lewat pendekatan dakwah dengan memberikan materi yang mengarah pada pencerahan, pencerdasan, serta kabar gembira.

“Langkah-langkah yang dapat dipedomani agar penggunaan internet tetap sehat, antara lain hindari akses situs ilegal berupa pornografi ataupun judi daring, tidak mengumbar data pribadi, abaikan surel dari alamat tak dikenal, tunjukkan kesopanan dalam setiap konten, hindari berbicara tentang rumor, verifikasi sebelum membagi berita, serta buatlah konten yang bermanfaat” kata M Yasin.

Dicky menjelaskan, dalam Islam ada ayat yang menyatakan bahwa tidak ada paksaan dalam agama. Ini berarti bahwa kewajiban menyampaikan dakwah berlaku untuk setiap orang untuk keputusan masuknya seseorang ke dalam suatu ajaran tidak ada paksaan sama sekali.

Kegiatan Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif dari para narasumber terpercaya.

Komentar pembaca