Membeli BBM yang Tepat Harus Memperhatikan Anjuran Pabrikan, Agar Performa Mesin Motor Tetap Baik

Advertisements
JakartaMedia Otomotif Group mengadakan acara NGOVI (Ngobrol Virtual), sebuah kegiatan diskusi mengenai dunia otomotif mobil, motor atau gaya hidup. Kegiatan ini dihadiri oleh pelaku otomotif, komunitas motor dan mobil serta sejumlah pakar di bidang otomotif yang dikemas dalam bentuk webinar.

Tema yang dibahas dalam edisi NGOVI kali ini adalah, Pakai BBM Rekomendasi Pabrikan, Untung atau Buntung.

“Topik ini dipilih sebagai edukasi pemakaian BBM yang tepat di mesin-mesin kendaraan modern. Kami melihat masih banyak pemakai mobil dan motor yang masih bingung soal ini. Ditambah lagi mitos dan informasi yang salah kaprah selama ini” Ujar Billy Riestianto, Editor in Chief Gridoto.com

Bagian Development memikirkan mesin/motor yang akan dibuat, yang cocok serti apa dan juga menentukan bahan bakar yang banyak terdapat dan mudah dicari yang tersedia di sebuah negara.

“Kita harus tau bensin yang masuk kategori (Uero) 3 dan 4 minimal oktan yang digunakan adalah tidak ada yang dibawah RON 91, 92, bisa 98 dan seterusnya” jelas Prof Yus sapaan akrab rof. Tri Yuswidjajanto.

Karena pabrikan motor sudah menghitung dan meriset oktan BBM jenis berapa yang mampu menghasilkan performa optimal untuk sepeda motor.

Dengan System PGM-F1 dan engine eSP maka motor akan mampu menggunakan bahan bakar yang di sediakan oleh pemerintah dan mudah di dapat di semua daerah.

Nilai oktan BBM akan berpengaruh pada performa mesin apabila sesuai dengan rekomendasi pabrik. System PGM-F1 dan engine dengan fitur eSP, mampu menghasilkan performa mesin yang lebih baik, irit bahan bakar dan ramah lingkungan.

“Polusi dari gas buang sebetulnya imbas kesehatannya sangat besar, sebagai contoh Karsinogen yang bisa merusak organ, jadi selain kerusakan pada mesin, kerugian terbesar dalam kesalahan bensin yaitu kesehatan dan lingkungan akibat polusi” tambah Prof Yus.

Dalam pemilihan bahan bakar konsumen perlu memperhatikan anjuran pabrikan yang tersedia di buka pedoman pemilik motor agar performa mesin tetap baik, komponen mesin jadi lebih awet, irit bahan bakar dan emisi gas buang sesui dengan regulasi pemerintah.

Komentar pembaca