Mohamed Salah Kritik Performa Liverpool, Sebut The Reds Kehilangan Identitas

lensautama – Mohamed Salah akhirnya buka suara mengenai keterpurukan Liverpool musim ini. Menjelang laga terakhirnya bersama The Reds, bintang asal Mesir tersebut melontarkan kritik tajam terhadap performa tim yang dinilai sudah jauh dari standar klub sebesar Liverpool.

Kekecewaan Salah muncul setelah Liverpool kalah 2-4 dari Aston Villa pada Minggu (17/5/2026). Kekalahan itu membuat peluang Liverpool lolos ke UEFA Champions League musim depan semakin terancam.

Kini Liverpool wajib meraih kemenangan atas Brentford pada laga terakhir Liga Inggris di Anfield demi menjaga asa finis di lima besar klasemen. Pertandingan tersebut juga akan menjadi momen emosional karena menjadi penampilan terakhir Mohamed Salah bersama Liverpool sebelum hengkang pada akhir musim.

Dalam unggahan di media sosial, Salah menyebut Liverpool telah kehilangan identitas permainan agresif yang selama ini menjadi ciri khas klub.

“Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim dengan permainan ‘heavy metal’ yang ditakuti lawan dan kembali memenangkan banyak trofi” tulis Mohamed Salah.

Pemain berusia 33 tahun itu menegaskan bahwa sepak bola penuh tekanan dan intensitas tinggi harus kembali menjadi jati diri Liverpool.

“Itulah sepak bola yang saya tahu cara memainkannya, dan itulah identitas yang harus dipulihkan serta dijaga selamanya” lanjutnya.

Tak hanya mengkritik gaya bermain, Salah juga menyinggung hilangnya mental juara di tubuh Liverpool musim ini. Menurut mantan pemain AS Roma tersebut, The Reds tidak lagi memiliki aura kuat seperti beberapa tahun lalu saat mendominasi berbagai kompetisi.

“Saya telah menyaksikan klub ini bertransformasi dari kumpulan peragu menjadi mereka yang percaya, dan dari yang percaya menjadi juara” ungkap Salah.

Mohamed Salah mengaku sangat kecewa melihat Liverpool terus meraih hasil buruk sepanjang musim.

“Runtuhnya kami dan menelan kekalahan demi kekalahan musim ini sangat menyakitkan dan tidak pantas didapatkan oleh penggemar kita” tambahnya.

Meski sempat muncul kabar hubungan Salah dengan pelatih Arne Slot dan manajemen klub memanas, kali ini sang pemain lebih memilih menyoroti standar besar yang wajib dimiliki Liverpool sebagai salah satu klub elite Eropa.

“Memenangkan satu atau dua pertandingan di sana-sini bukanlah tujuan utama Liverpool. Semua tim bisa memenangkan pertandingan” tegasnya.

Walaupun akan segera meninggalkan Anfield, Mohamed Salah memastikan dirinya tetap akan memberikan kemampuan terbaik pada laga terakhir demi membantu Liverpool mengamankan tiket Liga Champions sebagai penutup musim.

Komentar pembaca