R&R Talks Edisi Ke 4, Ajak Media Menjelajah dan Mengungkap Sejarah dari Ikon Turki

Advertisements
JakartaDi edisi ke empat dari R&R Talks kali ini, R&R Public Relations mengajak rekan media untuk menelusuri sejarah dan keindahan dari Hagia Sophia melalui virtual tour, bersama pemandu wisata domestik berbahasa Indonesia, Tugrul Turnali.

Rika Mayasari, Pendiri R&R Public Relations menjelaskan, pada edisi R&R Talks kali ini, kami ingin memberikan pengalaman bagi rekan-rekan media untuk dapat menjelajah sejarah panjang Hagia Sophia, melalui konten virtual. Kegiatan virtual tour ini kami harap dapat menjadi pengobat rindu akan aktivitas traveling, sekaligus memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi rekan media.

Hagia Sophia telah menjadi simbol penting bagi Kristen Ortodoks dan Muslim selama berabad-abad, sekaligus menjadi warisan kebudayaan bagi Negara Turki.

“Selama 1,5 abad sejak didirikan, Hagia Sophia telah beralih fungsi seiring dengan 4 era kekuasaan yang berbeda. Inilah mengapa, Hagia Sophia bukan hanya menjadi sebuah arsitektur bermuatan sejarah, tapi juga menjadi ikon kekuasaan, dan simbol kepercayaan” Ujar Tugrul Turnali, pemandu wisata yang berdomisili di Istanbul.

Awalnya, Hagia Sophia atau dalam bahasa Turki disebut Ayasofya, dibangun sebagai basilika bagi Gereja Kristen Ortodok Yunani. Kekaisaran Bizantium, Constantinus, kemudian membangun Hagia Sophia pada 360 M sebagai gereja Ortodoks.

Selama beberapa abad, bangunan ini digunakan sebagai gereja dan katedral, serta mengalami beberapa kali pembangunan, hingga memiliki fondasi seperti saat ini.

Era Kekaisaran Bizantium berakhir pada 1453, setelah ditaklukkan oleh Sultan Mehmed II dari Kekaisaran Ottoman. Setelah Sultan Mehmed II menaklukkan Konstantinopel, status Hagia Sophia beralih menjadi sebuah masjid.

Bergantinya sistem pemerintahan ini, sekaligus mengubah fungsi Hagia Sophia dari sebuah masjid, menjadi musem – atas perintah dari Presiden pertama Republik Turki, Mustafa Kemal Ataturk.

Restorasi mosaik pun dilakukan, sehingga 2 ornamen dan kebudayaan dari 2 agama besar di dunia tampak berdampingan di area Hagia Sophia. Karenanya sejak 1985, bangunan ini ditetapkan sebagai salah satu Warisan Dunia UNESCO.

Pada 2020, Hagia Sophia kembali menorehkan kisah baru, dengan kembali beralih fungsi menjadi masjid. Di era pemerintahan Presiden Erdogan, status Hagia Sophia sebagai museum resmi dicabut, dan pada 24 Juli 2020, masyarakat muslim Turki akhirnya melaksanakan shalat Jumat pertama di Hagia Sophia.

“Lebih dari sekedar ikon arsitektur, selama beraba-abad, Hagia Sophia telah menjadi saksi dari suksesi berbagai rezim dan menyimpan banyak kisah yang mungkin hanya sedikit dari kita yang memahaminya” tutup Tugrul.

Komentar pembaca