PSBB Total di Tangsel, Airin Pastikan Ikuti Kebijakan Provinsi Banten

Advertisements

JakartaWalikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany pastikan Kota Tangsel akan ikuti kebijakan yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Banten. Salah satunya Gubernur Banten, Wahidin Halim menetapkan penerapan PSBB seperti di awal.

“Saat ini DKI melakukan penerapan PSBB seperti awal lagi, dimana beberapa sektor usaha ditutup dan memberlakukan lagi WFH pada seluruh perusahaan. Kemudian beberapa pusat keramaian, ditutup agar mengurangi pengumpulan banyak orang” Ujar Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.

Tangsel memang susah PSBB kita ikuti Gubernur Banten, keputusannya berdasarkan gubernur banten dan tentu pasti Gubernur Banten akan melihat berdasarkan data yang kita punya” imbuh Airin.

Baca Juga : Walikota Tangerang Selatan, Airin Resmikan Gerai Disdukcapil di Pamulang Square

Dengan diberlakukannya PSBB awal di DKI, alasannya banyak Warga Tangsel yang tidak perlu berpergian ke Jakarta. Sebagaimana diketahui bahwa mobilitas Warga Tangsel ke DKI sangatlah tinggi.

“Jika nanti misalnya ada pengurangan kegiatan aktivitas di DKI jakarta itu pun mudah-mudahan bisa mengurangi yang positif dan OTG di Tangerang Selatan” ujarnya.

PSBB yang ditetapkan oleh Pemerintah DKI, Airin menjelaskan bahwa di Tangsel seluruh pasien tanpa gejala bisa melakukan isolasi mandiri. Jikapun tidak bisa maka pasien dimasukan ke RLC atau Rumah Lawan Covid.

“Jika ditemukan diperkantoran positif segera kita lokdown 3 hari dengan lakukan rapid tes dan tracking” tegas Airin.

Jika memang diperlukan penerapan PSBB awal, Airin memastikan bahwa dirinya akan melakukan apapun kebijakan yang sudah ditentukan terutama dari pihak provinsi.

Sementara saat ini Airin akan berusaha untuk memperhatikan kebijakan yang sudah ditentukan oleh DKI dan seperti apa imbas yang akan terjadi di Kota Tangsel.

Dikhawatirkan karena kebijakan yang berebeda, warga DKI yang mungkin ingin menghabiskan waktu luang justru pergi ke Tangsel.

Dengan pertimbangan kebijakan apa yang dibuat DKI pasti akan berpengaruh. Misalnya kalau WFH itu lebih banyak lagi seperti di awal, secara otomatis Tangsel akan lihat sejauh mana progres perkembangan data perharinya seperti apa.

“Misalnya banyak warga DKI yang ke tangsel, ke mall terus ternyata menambah angka positif corona satu-satu nya pasti kita akan memperketat tangsel” pangkas Airin

Komentar pembaca