Francesco Bagnaia Disorot Tajam, Dinilai Remehkan Marc Marquez

lensautama – Francesco Bagnaia menjadi sorotan tajam usai mengalami penurunan performa signifikan pada musim MotoGP 2025. Pembalap Ducati Lenovo tersebut dinilai gagal memenuhi ekspektasi setelah sebelumnya tampil dominan dalam beberapa musim terakhir.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Paolo Simoncelli, pemilik tim SIC58 Moto3. Ia menyebut bahwa Francesco Bagnaia melakukan kesalahan besar dengan meremehkan kemampuan rekan setimnya, Marc Marquez.

Sebelumnya, Bagnaia tampil luar biasa dengan meraih gelar juara dunia MotoGP pada 2022 dan 2023. Ia bahkan nyaris mencatatkan hattrick gelar juara pada 2024 sebelum akhirnya dikalahkan Jorge Martin. Namun, performa impresif itu tak berlanjut pada musim berikutnya.

Pada MotoGP 2025, Francesco Bagnaia hanya mampu finis di posisi kelima klasemen akhir. Pembalap asal Italia tersebut tercatat hanya meraih dua kemenangan grand prix sepanjang musim, dengan performa yang dinilai tidak konsisten dari satu seri ke seri lainnya.

Situasi ini semakin kontras jika dibandingkan dengan Marc Marquez. Rekan setim Bagnaia itu tampil dominan dengan mengoleksi 11 kemenangan grand prix dan 14 kemenangan sprint race, yang mengantarkannya meraih gelar juara dunia MotoGP 2025.

Banyak pihak menilai Francesco Bagnaia kesulitan beradaptasi dengan motor Ducati Desmosedici GP25. Selain itu, tekanan mental karena harus berbagi garasi dengan Marquez juga disebut-sebut memengaruhi performanya. Namun, Bagnaia dan Ducati sebelumnya membantah anggapan tersebut.

Paolo Simoncelli justru menilai masalah Bagnaia muncul sejak awal musim. Ia menyebut Pecco tidak siap menghadapi rekan setim dengan level dan mental juara seperti Marquez.

“Pecco berasal dari grup Valentino Rossi, dan setelah mendengar semua yang mereka katakan di grup itu, dia meremehkan Marquez” ujar Simoncelli, dikutip dari Corriere della Sera.

Simoncelli juga menyinggung pengalaman Francesco Bagnaia yang pernah kehilangan gelar juara dunia meski memenangkan banyak balapan dalam satu musim.

“Dia berpikir, yang harus dilakukan hanyalah mengurangi kecelakaan. Tapi Marquez adalah pembalap hebat di lintasan, dan itu membuatnya mengalami krisis” tutup Simoncelli.

Penurunan performa ini membuat masa depan Francesco Bagnaia kembali menjadi bahan diskusi, terutama terkait kemampuannya bangkit dan bersaing di level tertinggi MotoGP menghadapi tekanan besar dari rekan setim sekaliber Marc Marquez.

Komentar pembaca