Sprint Race MotoGP Thailand 2026, Marc Marquez Kena Penalti

lensautama – Balapan Sprint Race seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Sabtu (28/2/2026), langsung diwarnai kontroversi. Duel panas di lap-lap akhir membuat hasil balapan berubah dramatis hanya beberapa detik sebelum garis finis.

Marc Marquez harus merelakan kemenangan usai dijatuhi penalti turun satu posisi akibat manuver agresif terhadap Pedro Acosta di lap kedua terakhir. Keputusan tersebut memicu perdebatan sengit di paddock.

Insiden bermula saat Marc Marquez melakukan overtake di tikungan terakhir. Manuver tersebut membuat Pedro Acosta melebar dan kehilangan racing line idealnya. Meski tidak terjadi kontak fisik, steward menilai aksi itu sebagai “riding tidak bertanggung jawab”.

Race Direction kemudian menjatuhkan penalti turun satu posisi kepada Marquez. Notifikasi penalti muncul di lap terakhir, memaksanya mengurangi kecepatan dan membiarkan Acosta kembali menyalip sebelum finis.

Hasilnya, Acosta dinyatakan sebagai pemenang Sprint Race MotoGP Thailand 2026 dengan selisih tipis 0,108 detik. Situasi ini membuat atmosfer seri pembuka langsung memanas.

Reaksi keras datang dari kubu Ducati. Manajer tim, Davide Tardozzi, secara terbuka mengecam keputusan steward.

Menurut Tardozzi, tidak ada kontak fisik maupun pelanggaran batas lintasan dalam manuver tersebut. Ia menilai duel seperti itu kerap terjadi dalam balapan MotoGP dan berharap adanya konsistensi dalam interpretasi aturan sepanjang musim.

Pihak Ducati merasa keputusan tersebut terlalu ketat dan berpotensi mengurangi esensi duel agresif yang selama ini menjadi ciri khas Sprint Race.

Marc Marquez menerima keputusan Race Direction, namun mempertanyakan waktu pemberian penalti yang dinilai terlalu mepet dengan garis finis. Ia menyebut manuvernya bersih dan bagian dari strategi balapan normal.

Marquez juga menyinggung bahwa MotoGP kini memasuki “era baru” dengan interpretasi regulasi yang lebih ketat, terutama dalam duel jarak dekat di Sprint Race.

Di sisi lain, Pedro Acosta mengaku puas dengan hasil tersebut. Ia menikmati pertarungan sengit melawan Marquez meski merasa kemenangan itu tidak diraih lewat duel murni hingga tikungan terakhir tanpa intervensi penalti.

Bagi Acosta, kemenangan di Sprint Race seri pembuka ini menjadi awal positif dalam perburuan gelar MotoGP 2026.

Kontroversi Sprint Race di Buriram menjadi sinyal kuat bahwa persaingan MotoGP 2026 akan berlangsung panas sejak seri pertama. Dengan regulasi yang semakin ketat dan level kompetisi yang kian merata, setiap manuver kini berada di bawah sorotan tajam steward.

Publik pun menantikan bagaimana tensi persaingan antara Marc Marquez dan Pedro Acosta akan berlanjut pada balapan utama, serta bagaimana konsistensi keputusan Race Direction dalam mengawal musim yang diprediksi penuh drama ini.

Komentar pembaca