Francesco Bagnaia Disorot, Masa Depan di Ducati Dipertanyakan

lensautama – Francesco Bagnaia menghadapi tekanan besar menjelang musim MotoGP 2026. Performa yang kurang meyakinkan bersama Ducati Lenovo Team sepanjang musim 2025 membuat statusnya sebagai penantang gelar mulai dipertanyakan.

Pembalap asal Italia itu menutup musim lalu dengan hanya dua kemenangan dan finis di posisi kelima klasemen akhir. Situasi tersebut semakin kontras setelah rekan setim barunya, Marc Marquez, tampil dominan dengan 11 kemenangan Grand Prix sekaligus mengunci gelar dunia ketujuhnya.

Perbedaan performa yang mencolok memicu spekulasi soal masa depan Francesco Bagnaia di tim pabrikan Ducati. Rumor pergantian pembalap mulai berembus kencang, dengan nama Pedro Acosta disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti jika situasi tak kunjung membaik.

Tekanan ini tentu bukan hal ringan bagi Bagnaia. Sebagai mantan juara dunia, ekspektasi publik terhadapnya selalu tinggi, terlebih Ducati dikenal memiliki standar kompetitif yang sangat ketat.

Di tengah derasnya kritik, legenda MotoGP Jorge Lorenzo memilih mengambil sudut pandang berbeda. Ia menilai publik terlalu cepat menyimpulkan bahwa performa Francesco Bagnaia telah menurun drastis.

“Pecco masih seorang juara. Dia pembalap yang luar biasa, sangat cepat, sangat berbakat, dan sangat presisi” ujar Lorenzo saat ditemui dalam tes pramusim di Sirkuit Sepang, seperti dikutip dari Crash.

“Hasil tahun lalu tidak mencerminkan apa yang sebenarnya dia mampu lakukan” tambahnya.

Menurut Lorenzo, persoalan utama Francesco Bagnaia musim lalu lebih bersifat teknis ketimbang mental atau penurunan kemampuan individu. Ia menyoroti hilangnya feeling di bagian depan motor, yang belakangan dikaitkan dengan penggunaan perangkat pengatur ketinggian perjalanan belakang pada motor GP25.

Di level MotoGP, detail sekecil apa pun dapat berdampak besar terhadap performa pembalap. Lorenzo bahkan membandingkan situasi tersebut dengan pengalamannya sendiri saat membela Yamaha Factory Racing pada 2014, ketika perubahan regulasi mengubah karakter motor secara signifikan dan memengaruhi hasil balapan di awal musim.

“Di kejuaraan ini, setiap detail sangat penting. Dari luar mungkin terlihat tidak banyak berubah, tetapi bagi pembalap itu bisa mengubah segalanya” tegas Lorenzo.

Musim MotoGP 2026 akan menjadi momen krusial bagi Francesco Bagnaia. Dengan sorotan tajam dan persaingan internal yang semakin ketat, ia dituntut segera menemukan kembali konsistensi terbaiknya.

Jika mampu mengatasi persoalan teknis dan membangun kembali chemistry dengan motor Ducati, bukan tidak mungkin Bagnaia kembali menjadi penantang serius gelar dunia. Namun jika performa tak kunjung membaik, spekulasi soal masa depannya di tim pabrikan akan semakin menguat.

Komentar pembaca