Isi Nitrogen Lebih Mudah Dengan My Nitro

Advertisements

Jakarta – Penggunaan nitrogen untuk mengisi tekanan udara ban kendaraan mulai popular di Indonesia. Hal itu karena masyarakat mulai menyadari berbagai kelebihan nitrogen dibandingkan dengan udara biasa.

Melihat hal ini, sebuah start up penyedia nitrogen murni dengan digitalisasi bernama My Nitro hadir untuk memenuhi kebutuhan pengguna kendaraan bermotor di Indonesia.

My Nitro menghadirkan alat pengisian angin berbasis teknologi industri 4.0, dengan keunggulan, di antaranya kualitas nitrogen murni. Selain itu, sistem yang digunakan digital, pembayarannya pun menggunakan non tunai.

Muchlis Founder dan CEO My Nitro menjelaskan, kami meluncurkan konsep bisnis yang efisien dan ramah lingkungan yang menyediakan pengisian nitrogen murni untuk kendaraan bermotor dengan sistem digital.

“My Nitro akan hadir di beberapa lokasi, terutama di Pulau Jawa dan Sumatera dan masih dapat discale up untuk lebih banyak populasinya. Perangkat pengisian nitrogen yang mirip mesin ATM akan tersebar di lokasi yang mudah dijangkau” uajrnya

“Untuk pembayaran bisa dilakukan dengan uang elektronik (E-Money, Brizzi, TapCash, Flazz) dan dompet elektronik (Shopeepay, Gopay, LinkAja, OVO, Dana dll) sehingga cashless, paperless dan eco green” paparnya

“Jadi alatnya automation, kita eco green. Tidak ada lagi yang namanya struk kertas yang keluar. Kalau orang butuh struk, tinggal input alamat email dan real time struk akan dikirim via email. Setiap transaksi bisa dilihat di dashboardnya” jelas Muchlis.

Pengguna tinggal menekan opsi ban mobil atau motor dan menentukan jumlah ban, kemudian melakukan pembayaran dengan berbagai metode pembayaran (cashless), besaran tekanan angin pun dapat ditentukan sesuai kebutuhan.

Mesin automationnya pun dikembangkan sendiri dengan model yang futuristik dan dapat dioperasikan dengan mudah. Penggunaan mirip mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

“Pengguna sepeda motor dan mobil tak perlu lagi ke SPBU untuk mengisi nitrogen, MY Nitro akan hadir di beberapa tempat seperti mini market dan lainnya” tutup Muchlis.

Komentar pembaca