Asphurindo: Tudingan Pungli Kepada Asosiasi itu Tidak Mendasar

Atas beredarnya pemberitaan yang menyudutkan asosiasi penyelenggara haji dan umrah, redaksi melakukan klarifikasi kepada empat asosiasi…

LensaUtama.com – Akhir-akhir ini santer beredar kabar soal adanya pungutan liar (red-pungli) sebesar USD 15 untuk setiap visa umroh. Hal tersebut muncul ketika ada agen perjalanan yang gagal memberangkatkan jemaahnya dikarenakan tidak membayar tambahan biaya sebesar 15 dollar ke asosiasi.

Makin kuatnya pemberitaan tersebut dengan menyebutkan ada asosiasi yang bermain dalam urusan pungli umrah itu, maka salah satu asosiasi perjalanan haji dan umrah terbesar angkat bicara untuk mengklarifikasi soal informasi yang merebak di masyarakat.

AMPHURI

Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) melalui Wakil Ketua Umum Bidang Haji, Imam Bashuri menjelaskan sesungguhnya perkara biaya 15 dolar yang ramai diberitakan itu adalah bukan pungli, melainkan kontribusi dari para anggota yang tergabung dalam asosiasi. Imam pun mengatakan bahwa berita tersebut tidaklah benar.

“Berkaitan dengan adanya isu yang berkembang akhir-akhir ini bahwa asosiasi-asosiasi haji dan umrah memungut biaya pungutan liar dari jamaah ataupun travel yang mengurus visa di asosiasi, menurut kami tu adalah pemberitaan yang tidak bertanggung jawab, karena biaya 15 dolar yang dikenakan kepada itu adalah kontribusi dari travel-travel anggota AMPHURI yang sudah disepakati bersama,” jelas Imam.

Ditambahkan Imam, biaya tersebut merupakan hal yang wajar pada sebuah asosiasi atau organisasi untuk dikelola sebagai kegiatan asosiasi tersebut.

“Setiap travel yang mengajukan visa melalui AMPHURI harus berkontribusi yang nantinya akan dikelola untuk kegiatan asosiasi tentunya, dan itu wajar saja bagi sebuah asosiasi mengenakan biaya kontribusi kepada anggotanya dan telah disepakati bersama sebelumnya,” tuturnya.

Mengenai informasi ada travel yang gagal memberangkatkan jemaahnya karena tidak mau membayar biaya kontribusi kepada asosiasi, menurut Imam itu adalah sebuah pengkambing hitaman terhadap asosiasi.

“Justru asosiasi meringankan biaya Jemaah yang ingin umrah, dari yang dulunya harga visa itu bisa melonjak hingga 200 dollar. Sekarang asosiasi menstabilkan harga visa itu agar tidak mahal seperti dulu, makanya sekarang hanya 15 dollar, stabil tidak terpengaruh bulan Ramadan ataupun momen lainnya.” Ujar Imam.

Grup HipHop Preman Musik Kini Rambah Indonesia

LensaUtama.com – Berawal pada tahun 2014 lalu, dua orang anak Indonesia yang menetap di Negeri Belanda,…

Aktor Hollywood Balap dengan Ferrari

Lensautama.com – Laguna Seca Raceway, Salinas, CA – 15 Mei 2017 – Dikenal diseluruh dunia atas…

Kontribusi Asuka Car TV Untuk Pemerintah

LensaUtama.com – Peralihan analog ke era digital sudah dilakukan dari beberapa tahun yang lalu. Perkembangan stasiun…

FKKBK: Ada Pungli 15 Dollar per Visa di Kasus Perdagangan Orang Berkedok Umrah

Ada transaksional dan aliran dana yang tidak sesuai dengan hukum atau tidak ada dasar hukumnya bahwa…

Suzuki Buka Outlet Di Kanjeran, Jawa Timur

Lensautama.com – PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) semakin memperkuat jaringannya di seluruh Indonesia dengan meresmikan outlet…

Waze Perkenalkan Fitur Baru untuk Para Wazers

Lensautama.com – Waze, aplikasi navigasi real-time, kembali memperkenalkan fitur terbaru untuk memberikan pengalaman yang seru bagi…