Mobil Listrik BYD Sealion 7 Dikeluhkan Konsumen, Baru 10 Hari Sudah Tiga Kali Masuk Bengkel

Jakarta – Mobil listrik BYD Sealion 7 kembali menjadi perhatian publik setelah seorang konsumen di Surabaya, Jawa Timur, membagikan pengalaman kurang menyenangkan usai membeli kendaraan listrik tersebut.

Curhatan yang viral melalui akun Facebook @FelineAlberthiene menyebutkan bahwa BYD Sealion 7 sudah tiga kali masuk bengkel bahkan sebelum usia pemakaian mencapai 10 hari.

Konsumen mengaku membeli mobil listrik BYD Sealion 7 pada 28 April 2026 di dealer BYD Surabaya Kenjeran dengan harapan mendapatkan kendaraan harian yang nyaman dan minim kendala. Namun, berbagai masalah justru mulai muncul hanya beberapa hari setelah mobil digunakan.

 

 

Gangguan pertama terjadi pada 1 Mei 2026 ketika bagasi mobil tiba-tiba tidak dapat dibuka. Pihak dealer kemudian melakukan pembaruan software untuk mengatasi masalah tersebut.

Sayangnya, pembaruan sistem itu justru memicu kendala baru. Pada 2 Mei 2026, AC mobil disebut tidak lagi mengeluarkan udara dingin. Pemilik kendaraan mengungkapkan bahwa teknisi membutuhkan waktu cukup lama untuk mencari sumber kerusakan, tetapi belum menemukan penyebab pasti.

Menurut pengakuan konsumen, pihak bengkel akhirnya melakukan reset sistem menggunakan bantuan kode dari pusat BYD Auto
di China. Setelah proses reset selesai, AC kembali normal pada 3 Mei 2026 dan kendaraan sempat dapat digunakan seperti biasa.

Namun, masalah kembali terjadi pada 7 Mei 2026. AC mobil listrik BYD Sealion 7 kembali tidak dingin meski embusan angin masih keluar dari ventilasi kabin.

Konsumen pun kembali mendatangi dealer untuk meminta solusi. Dalam unggahannya, ia mengaku diminta terus menunggu tanpa kepastian dan kesulitan menemui pihak manajemen dealer secara langsung.

Situasi kemudian memanas hingga orang tua pemilik kendaraan disebut mendatangi kantor Denza Indonesia
yang berada di lokasi tersebut guna meminta penjelasan lebih lanjut. Mereka disebut bertemu dengan regional manager bernama Yansen yang berjanji akan melakukan pengecekan tambahan terhadap kendaraan tersebut.

Pihak dealer kemudian meminta waktu hingga 11 Mei 2026 untuk melakukan pemeriksaan ulang terhadap mobil listrik BYD Sealion 7 tersebut.

Keluhan utama konsumen bukan hanya terkait kerusakan AC, melainkan kekhawatiran bahwa gangguan serupa akan terus terulang pada kendaraan yang masih tergolong baru.

Pemilik kendaraan bahkan menyampaikan keinginan untuk mendapatkan penggantian unit karena menilai kondisi tersebut tidak wajar terjadi pada mobil baru.

Viralnya kasus ini langsung memicu berbagai respons dari netizen. Banyak warganet mempertanyakan kualitas kontrol kendaraan listrik modern yang kini sangat bergantung pada sistem software dan perangkat elektronik.

Di sisi lain, pemilik akun juga menyebut bahwa persoalan tersebut telah mendapat perhatian dari komunitas BYD Beyond serta pihak BYD Jawa Timur. Pembahasan lanjutan terkait penanganan kendaraan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 11 Mei 2026.

Kasus ini sekaligus menjadi sorotan terhadap pentingnya layanan purna jual dan kesiapan teknis dealer dalam menangani kendaraan listrik berbasis software seperti mobil listrik BYD Sealion 7 di pasar Indonesia.

Komentar pembaca