lensautama – Pembalap Alex Rins mengaku kebingungan dengan keputusan Yamaha Motor Company yang tidak lagi memasukkannya dalam rencana tim untuk MotoGP musim 2027. Ia menilai langkah tersebut diambil terlalu cepat, mengingat musim 2026 baru berjalan tiga seri.
Sebelumnya, Yamaha telah memastikan akan menduetkan Jorge Martín dan Ai Ogura di tim pabrikan mulai musim depan. Keputusan ini otomatis menyingkirkan Alex Rins, meski ia merasa telah memberikan kontribusi maksimal dalam pengembangan motor terbaru Yamaha.
Rins menilai keputusan tersebut sulit dipahami, terutama karena performa motor Yamaha YZR-M1 saat ini belum mencapai level optimal.
“Kalau Anda memahami motor, situasi ini sulit dimengerti. Ini proyek yang benar-benar baru, tapi masa depan sudah ditentukan hanya dari tiga balapan, sementara motornya belum bekerja 100 persen” ujar Alex Rins, dikutip dari Crash.
Ia menegaskan telah memberikan segalanya sejak pertama kali menjajal motor dalam tes privat di Barcelona. Karena itu, keputusan cepat dari manajemen Yamaha disebutnya cukup mengejutkan.
“Saya sudah memberikan segalanya sejak hari pertama, sejak pertama kali kami mencoba motor ini. Jadi keputusan ini jelas terasa aneh dan mengejutkan” tambahnya.
Meski kehilangan kursi untuk musim depan, Alex Rins tetap menunjukkan sikap profesional. Ia memilih fokus menyelesaikan musim 2026 dengan performa terbaik di setiap seri.
“Saat ini saya hanya ingin fokus balapan, tampil maksimal, dan melihat apa yang akan terjadi ke depan” ujarnya.
Dengan situasi yang belum pasti, Rins membuka peluang untuk melanjutkan karier bersama tim lain. Ia berharap hasil balapannya sepanjang musim ini bisa menjadi modal penting untuk mengamankan tempat di MotoGP 2027.
Keputusan Yamaha ini sekaligus menegaskan adanya perubahan strategi besar di tubuh tim. Pabrikan asal Jepang tersebut tengah berupaya bangkit setelah beberapa musim terakhir tampil kurang konsisten di MotoGP.
Perombakan line-up pembalap menjadi salah satu langkah utama untuk mengembalikan daya saing Yamaha di level tertinggi balap motor dunia. Namun, keputusan ini juga memunculkan tanda tanya, terutama dari sosok Alex Rins yang merasa masih layak menjadi bagian dari proyek jangka panjang tim.
