lensautama – Veda Ega Pratama langsung mencuri perhatian pada debutnya di ajang Moto3 musim 2026. Tampil pada seri pembuka di Chang International Circuit, Buriram, Minggu (1/3/2026), pembalap muda Indonesia itu sukses mengamankan posisi kelima setelah melalui balapan penuh tensi.
Hasil ini menjadi awal manis bagi Veda Ega Pratama dalam kiprahnya di Kejuaraan Dunia Balap Motor. Finis di lima besar pada balapan perdana bukan hanya menghadirkan 11 poin penting, tetapi juga menegaskan kapasitasnya untuk bersaing di level tertinggi.
Veda Ega Pratama memulai lomba dari grid kelima setelah tampil solid pada sesi kualifikasi. Sejak lampu start padam, ia langsung terlibat dalam rombongan terdepan dan mampu menjaga ritme balapan dengan tenang.
Balapan di Chang International Circuit berlangsung ketat sejak lap awal. Veda menunjukkan konsistensi serta keberanian saat bertarung dengan para rival yang lebih berpengalaman.
Sepanjang lomba, Veda Ega Pratama bersaing sengit dengan sejumlah pembalap seperti Alvaro Carpe, Adrian Fernandez, dan Valentin Perrone.
Pada lap ketujuh, ia bahkan sempat merangsek ke posisi ketiga dan membuka peluang meraih podium dalam debutnya. Meski akhirnya harus puas finis di posisi kelima, performanya tetap menuai apresiasi luas dari pengamat dan pecinta balap Tanah Air.
Adaptasi cepat terhadap motor dan karakter sirkuit menjadi salah satu kunci keberhasilan Veda Ega Pratama. Mentalitas kuat yang ia tunjukkan sepanjang balapan juga menjadi sinyal bahwa dirinya siap menghadapi persaingan panjang musim ini.
Raihan poin di seri pembuka membuat Veda langsung bercokol di papan atas klasemen sementara Moto3 2026. Modal berharga ini tentu menjadi suntikan motivasi untuk menghadapi seri-seri berikutnya sekaligus terus mengharumkan nama Indonesia di pentas balap dunia.
Dengan start menjanjikan ini, Veda Ega Pratama membuktikan bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing dan menjadi ancaman nyata di ajang Moto3 musim 2026.
