Jakart – Wuling Motors resmi memamerkan calon mobil barunya untuk pasar Indonesia dengan nama Wuling Eksion. SUV medium ini hadir dengan beragam pilihan dapur pacu, mulai dari mesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV).
Kehadiran Wuling Eksion menandai keseriusan Wuling dalam memperluas portofolio kendaraan elektrifikasi di Tanah Air. Model ini sebelumnya telah lebih dulu meluncur di China dengan nama berbeda, yakni Wuling Starlight 560.
Meski berbasis pada Starlight 560, Wuling Eksion mendapatkan sejumlah penyesuaian fitur untuk pasar Indonesia. Salah satunya adalah konfigurasi jok tujuh penumpang yang menyasar kebutuhan keluarga, serta panoramic sunroof untuk menunjang kenyamanan berkendara.
Di China, Starlight 560 hadir dalam pilihan konfigurasi lima dan tujuh penumpang. Model tersebut resmi meluncur pada 16 Januari 2026 sebagai bagian dari ekspansi lini elektrifikasi Wuling.

Secara dimensi, Wuling Starlight 560—yang menjadi basis Wuling Eksion—memiliki panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.755–1.770 mm tergantung varian, dengan jarak sumbu roda 2.810 mm. Ukuran tersebut menempatkannya di segmen Medium SUV dengan kabin yang lapang.
Kapasitas bagasi mencapai 320 liter dan dapat diperluas hingga 1.945 liter saat kursi baris belakang dilipat. Fleksibilitas kabin menjadi nilai tambah, berkat kursi depan yang dapat direbahkan penuh serta kursi belakang yang bisa dimiringkan hingga 125 derajat.
Dari sisi tampilan, Wuling menghadirkan desain gagah dan modern. Varian ICE dan PHEV mengusung gril depan persegi panjang dengan bemper bawah berbentuk trapesium. Sementara itu, varian BEV tampil dengan gril tertutup khas mobil listrik.
Konsumen di China dapat memilih empat warna bodi, yakni Interstellar Blue, Smoky Gray, Silver Dew White, dan Obsidian Black.
Varian ICE
Wuling Eksion varian mesin konvensional dibekali mesin 1.500 cc 4 silinder turbo. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga 174 dk dan torsi puncak 290 Nm. Tenaga disalurkan melalui transmisi manual 6-percepatan (6MT) atau CVT.
Varian PHEV
Untuk varian PHEV, Wuling memadukan mesin 1.500 cc dengan motor listrik. Mesin bensinnya menghasilkan daya 78 kW dan torsi 130 Nm. Sementara motor listriknya menyumbang tenaga 145 kW (194 HP) dan torsi 230 Nm.
Dalam mode listrik murni, SUV ini mampu menempuh jarak hingga 125 km (standar CLTC). Secara total, jarak tempuh gabungan diklaim mencapai 1.100 km (WLTC), menjadikannya salah satu SUV hybrid dengan daya jelajah impresif di kelasnya.
Varian BEV
Sementara itu, varian BEV dibekali baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 60 kWh dan motor listrik 100 kW. Di China, jarak tempuhnya mencapai 500 km. Untuk pasar Indonesia, Wuling menyebut Eksion akan menggunakan MAGIC Battery dengan klaim jarak tempuh hingga 530 km.
Masuk ke dalam kabin, Wuling Starlight 560 atau Wuling Eksion mengusung interior modern dengan layar head unit 12,8 inci yang mendukung konektivitas HiCar dan CarLink.
Wuling tetap mempertahankan tombol fisik di bawah layar untuk kemudahan pengoperasian. Fitur lain yang tersedia meliputi pengisian daya nirkabel untuk ponsel dan cup holder di konsol tengah, menambah kenyamanan bagi pengemudi dan penumpang.
Di China, Wuling Starlight 560 dipasarkan dengan harga mulai 62.800 hingga 98.800 yuan, atau setara Rp 152 jutaan hingga Rp 239 jutaan. Meski demikian, harga resmi Wuling Eksion untuk pasar Indonesia masih belum diumumkan.
Dengan kombinasi pilihan mesin lengkap, dimensi lapang, serta fitur modern, Wuling Eksion berpotensi menjadi penantang kuat di segmen SUV medium Tanah Air. Kini, publik tinggal menantikan peluncuran resmi dan pengumuman harga dari Wuling Indonesia tahun ini.
