Jakarta – Pasar mobil listrik perkotaan di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang dinamis. Memasuki tahun 2025, segmen city car electric vehicle (EV) semakin ramai dengan kehadiran model baru seperti VinFast Minio Green dan Changan Lumin.
Kehadiran pendatang anyar ini memperketat persaingan yang sebelumnya telah diisi oleh Air ev, Seres E1, dan VinFast VF3.
Di tengah meningkatnya jumlah kompetitor, sorotan pun tertuju pada Wuling Air ev sebagai pionir sekaligus pemimpin pasar di segmen mobil listrik mungil.
Berdasarkan data penjualan sepanjang tahun 2025, Wuling Air ev masih menunjukkan performa yang solid. Mobil listrik kompak ini mencatatkan penjualan sebanyak 3.894 unit, menjadikannya city car EV terlaris di Indonesia.
Angka tersebut unggul cukup jauh dibandingkan kompetitor terdekatnya, VinFast VF3 yang membukukan 1.772 unit, serta Seres E1 dengan penjualan 132 unit.
Bahkan secara akumulatif sejak pertama kali dipasarkan pada 2022 hingga 2025, total Penjualan Air ev telah mencapai 21.962 unit, sebuah pencapaian yang sulit ditandingi di segmen yang sama.
Senior Brand Communication Manager Wuling Motors, Brian Gomgom, menilai capaian tersebut sebagai bukti kuat kepercayaan konsumen terhadap produk Wuling.
“Wuling Air ev berhasil membukukan lebih dari 3.000 unit penjualan sepanjang tahun 2025. Pencapaian ini menjadikan mobil listrik berdimensi kompak ini tetap menjadi market leader di kelas city car EV” ujar Gomgom.
Salah satu alasan utama Wuling Air ev tetap relevan di tengah persaingan adalah konsep Easy to Use yang diusung sejak awal. Dengan dimensi bodi yang ringkas dan konfigurasi empat penumpang, Air ev sangat cocok untuk mobilitas perkotaan.
Ukuran yang kompak membuat mobil ini mudah bermanuver di jalan sempit dan praktis saat parkir. Penyegaran pada New Air ev, seperti penggunaan Aerodynamic 3-Spoke Wheel Cap, juga memberikan tampilan yang lebih modern sekaligus mendukung efisiensi aerodinamika.
Dari sisi fitur, Wuling Air ev tergolong unggul di kelasnya. Mobil ini dilengkapi multifunction steering switch, rotary gear selector, serta electronic parking brake (EPB) yang dipadukan dengan auto vehicle hold (AVH) dan hill hold control (HHC).
Tak hanya itu, kehadiran WIND (Voice Command) berbahasa Indonesia serta Internet of Vehicle melalui aplikasi MyWuling+ semakin memperkuat kesan modern dan ramah pengguna.
Aspek keselamatan juga menjadi perhatian penting pada Wuling Air ev. Mobil ini dibangun dengan high strength steel chassis, dilengkapi rear parking sensor, kamera parkir, ABS, electronic stability control (ESC), serta dual airbags sebagai standar.
Dalam hal pengisian daya, Wuling mengusung konsep Easy Home Charging, yang memungkinkan pengisian di rumah dengan daya minimum 2,2 kW. Untuk varian tertinggi, Air ev sudah mendukung pengisian AC hingga 7 kW, memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna perkotaan dengan mobilitas tinggi.
Keunggulan lain dari Wuling Air ev terletak pada biaya kepemilikan yang relatif ekonomis. Konsumsi energi yang rendah, biaya perawatan terjangkau, serta lifetime warranty untuk komponen inti EV baterai, motor listrik, dan motor control unit menjadi nilai tambah signifikan.
Pada Februari 2025, Wuling resmi meluncurkan New Air ev di ajang IIMS 2025, dengan sejumlah penyegaran seperti warna eksterior Starry Black, interior Tamarind Sunset, serta pembagian varian Pro dan Lite.
Diproduksi secara lokal di pabrik Wuling Cikarang, Jawa Barat, mobil ini memiliki TKDN sebesar 50 persen, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap industri otomotif nasional.
Dengan kombinasi desain ringkas, fitur modern, kemudahan pengisian daya, serta biaya kepemilikan yang kompetitif, Wuling Air ev terbukti masih mampu mempertahankan statusnya sebagai mobil listrik dua pintu terlaris di Indonesia, meski persaingan di segmen city car EV kian ketat.
