Hino Memberikan CSR Berupa Pelatihan Kepada 70 Orang Guru dari 43 SMK di Propinsi Banten Secara Online

Advertisements

Jakarta – PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) memberikan CSR atau Corporate Social Responsibility berupa pelatihan kepada 70 orang guru dari 43 SMK di Propinsi Banten secara online mengenai Hino Common rail System.

Common Rail system sendiri merupakan salah satu kurikulum pada mesin diesel yang ada pada SMK saat ini, untuk itu diharapkan dengan CSR pelatihan ini, Guru – Guru mendapat bahan referensi bahan belajar dan mengajar atau menjadi bahan acuan dalam proses pembelajaran khususnya secara online.

Dalam pelatihan otomotif kali ini, para guru mendapat pelatihan mengenai dasar – dasar atau prinsip kerja dari Sistem Common Rail Hino, selain itu para guru dilanjutkan dengan materi komponen Common Rail System di Hino, sensor Common Rail System, cara kerja dan diagnosis Common Rail Sytem, serta penggunaan DX Tools atau alat canggih yang biasa digunakan pada seluruh workshop Hino di Indonesia untuk mengecek dan menganalisa mesin common rail kendaraan Hino.

“Pelatihan oleh Hino melalui Webinar sangat tepat dan harapan kami dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk selalu peduli dan menjalin hubungan dengan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) walaupun dalam masa pandemic Covid-19 saat ini” Ujar Arkani, Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Banten.

Irwan Supriyono, After Sales Services & Total Support Director HMSI menjelaskan, karena lulusan SMK kedepannya akan menjadi bagian dari kemajuan industri otomotif di Indonesia. Sehingga lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan ini nantinya siap memasuki dunia kerja.

Kegiatan CSR pelatihan secara online ini juga mendukung terwujudnya Link & Match sehingga memperkecil gap atau celah antara dunia industri dan dunia pendidikan khususnya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Otomotif.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan keahlian dan keterampilan para guru semakin terasah lagi dan mengikuti perkembangan industry saat ini, sehingga kami harapkan setelah pelatihan ini para guru lebih kaya lagi referensi atau bahan acuan pengajaran untuk diberikan kepada siswa/siswi” Jelas Santiko Wardoyo, Chief Operating Officer (COO) HMSI.

Komentar pembaca