Memilih Busi Asli Atau Palsu Dan Yang Tepat Untuk Kendaraan Anda

Advertisements

Lensautama.com – Walaupun berbentuk kecil dan tersembunyi, Busi sangat penting fungsinya. Komponen ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi performa sebuah mesin kendaraan.

Busi menciptakan percikan api yang berguna untuk pengapian sebuah mesin kendaraan. Percikan tersebut akan menghasilkan ledakan setelah campuran bahan bakar dan udara terkompresi di dalam ruang mesin.

Karena peruntukannya yang penting, maka tidak boleh sembarangan dalam memilih busi. Apalagi saat ini banyak beredar busi yang Aspal ( Asli Tapi Palsu ). Lantas, Bagaimana membedakan antara busi yang asli dan yang palsu?

 

Untuk membedakan busi tersebut asli atau palsu, adalah dengan :
  • Toko penjual busi. Apakah toko tersebut dapat dipercaya atau tidak. Pilih toko atau bengkel yang jelas reputasinya. Biasanya, toko atau bengkel yang dapat dipercaya tidak akan menjual busi yang palsu. Karena hal tersebut menyangkut dengan keamanan bisnis dari toko tersebut.
  • Ulir pada busi , Diko Oktaviano selaku Technical Support PT NGK Busi Indonesia mengatakan bahwa dilihat dari fisiknya saja bisa diketahui pebedaan antara busi asli dan palsu. Hal ini bisa dilihat dari ulir pada busi.
“Kalau ulir pada busi yang asli itu halus dan rapih. Sedangkan yang palsu akan terlihat kasar dan tidak rapih,” terang Diko saat dihubungi lensautama.com (21/06)
  • Perhatikan part number di busi. Pada busi yang asli, part number pasti tercetak rapih dan teratur. Hal ini berbeda pada busi palsu. Tulisannya akan terlihat lebih hitam, tebal dan tidak presisi. “Kalau di busi NGK, selalu ada namanya nomor lot produksi di bagian hexagonalnya. Sedangkan pada busi palsu tidak ada nomor lot-nya,” kata Diko.
  • Gasket tidak bisa dilepas, Khusus busi NGK yang asli,  ring gasket tidak bisa dilepas. Walaupun bisa dilepas, gasket ini tidak dapat dipasang kembali. Hal ini berbeda pada busi palsu, dimana gasket atau ringnya mudah lepas atau longgar.
  • Mata Shell Busi , mata shell busi yang asli terbuat dari baja kuat dan juga tahan panas karena diproses secara plating Cr3, sehingga tahan korosi dan warnanya juga lebih cerah serta tidak gampang pudar. Sedangkan pada busi yang palsu, biasanya memiliki warna metalshell yang agak buram dan mudah berkarat.
  • Ujung Elektroda , Perhatikan konstruksi pada ujung elektrodanya. Gap dan penyambungan busi yang asli tentu lebih rapih dan lebih presisi letaknya rapi, sedangkan busi yang palsu tentu tidak rapih.
Pilih Busi Sesuai Spesifikasi Mesin Kendaraan

Setelah berhasil membedakan antara busi asli dan palsu, jangan lupa untuk memilih busi yang sesuai dengan mesin kendaraan anda. Karena apabila tidak sesuai, membuat kendaraan anda akan berkurang performanya. Dan yang lebih parah tentunya akan menimbulkan kerusakaan pada mesin kendaraan anda.

 

“Dalam memilih busi harus sesuai dengan spesifikasi kendaraan yang dibutuhkan. Jika tidak, maka akan timbul kerusakan pada engine,” ujar Diko Oktaviano selaku  Technical Support NGK Busi Indonesia.

 

  • Pastikan tingkat panas busi sesuai dengan karakter engine kendaraan. Spesifikasi busi harus sesuai dengan jenis kendaraan Anda untuk menjaga kondisi mesin agar tetap prima dan tentunya untuk menghindari mesin kendaraan cepat rusak.
  • Menggunakan busi dengan barrier atau ulir yang lebih pendek dari standarnya akan mengganggu aliran udara sekitar busi. Dampaknya, elektroda dapat gosong hingga mengakibatkan kerusakan mesin. Sementara bila menggunakan busi dengan ulir kepanjangan akan menyebabkan benturan dengan piston. Dampaknya elektroda akan patah.
  • Busi Racing Tidak Cocok Untuk Harian , Untuk penggunaan busi racing sangat tidak dianjurkan apabila digunakan pada motor harian karena akan cepat merusak motor tersebut. Karena pada busi racing terdapat settingan yang berbeda terutama pada teknologinya dan juga kompresinya.
“Kompresi pada busi racing itu sudah tingkat tinggi, berbeda dari busi motor harian. Kalau dipaksakan yang ada nanti berbahaya bagi si pengendara tersebut dan juga motornya,” pungkas Diko.
.

 

Komentar pembaca