Jakarta – Akademi Komunitas Toyota Indonesia (AKTI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri.
Pada 2026, AKTI wisuda 76 mahasiswa dari dua program studi diploma yang dirancang untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di industri otomotif.
Sebanyak 76 mahasiswa yang mengikuti wisuda tersebut terdiri atas 44 lulusan Diploma Dua (D2) Tata Operasi Perakitan Kendaraan Roda Empat (TOPKR4) dan 32 lulusan Diploma Satu (D1) Teknik Pemeliharaan Mesin Otomasi (TPMO).
Wisuda angkatan ke-10 AKTI tersebut digelar di TMMIN Plant 1, Karawang, Jawa Barat, Kamis (24/9/2026).
Mengusung tema “From Learning to Leading: Empowering Future Industry Professionals” AKTI membekali mahasiswa dengan kompetensi teknis dan keterampilan praktis melalui kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Dengan pendekatan tersebut, para lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu berkontribusi secara langsung dan terus mengembangkan kompetensinya seiring perkembangan teknologi industri.
Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto mengatakan, pengembangan kualitas SDM merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan industri otomotif nasional.
“Bagi TMMIN, membangun kualitas SDM bukanlah sebuah program jangka pendek, melainkan investasi untuk memastikan keberlanjutan industri otomotif nasional. Melalui AKTI, kami menanamkan fondasi bagi lahirnya talenta-talenta yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memahami standar dan budaya kerja industry” ujar Nandi pada acara wisuda AKTI.
Menurutnya, investasi terhadap SDM menjadi salah satu kekuatan penting bagi industri di masa mendatang, terutama di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja.
Keberadaan AKTI merupakan salah satu inisiatif TMMIN untuk menjawab kebutuhan SDM industri otomotif sekaligus menjalankan program people development secara berkelanjutan.
Melalui pendidikan vokasi yang melibatkan industri, proses pembentukan kompetensi mahasiswa dapat diarahkan agar sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan demikian, industri tidak hanya berperan sebagai pengguna tenaga kerja, tetapi juga turut terlibat dalam membentuk SDM yang dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan teknologi.
Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya Adnyana mengatakan, bonus demografi menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempersiapkan generasi muda agar mampu berkontribusi terhadap pembangunan industri.
“Indonesia memiliki banyak anak muda dengan potensi besar untuk tumbuh dan berkembang. Karena itu, pendidikan dan industri perlu berjalan senada dan seirama, membangun kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja” tutur I Nyoman.
Ia menambahkan, melalui people development, termasuk AKTI, TMMIN berupaya memperkuat link and match antara pendidikan dan industri agar generasi muda lebih siap memasuki dunia kerja sekaligus memiliki kesempatan untuk terus berkembang.
Sejak resmi berdiri pada 27 Oktober 2015, AKTI telah meluluskan sebanyak 429 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 326 alumni kini bekerja di TMMIN dan 16 perusahaan pemasok yang berada dalam rantai pasok Toyota Indonesia.
Perjalanan karier alumni AKTI juga terus berkembang. Sejumlah lulusan mendapat kesempatan untuk mengambil peran lebih besar di dunia industri, termasuk melalui penugasan di berbagai negara seperti Filipina, Thailand, Malaysia, hingga Jepang.
Salah satu alumni yang menunjukkan perkembangan karier tersebut adalah Muhammad Safiq. Lulusan Angkatan 1 Program Teknik Pemeliharaan Mesin dan Otomasi (TPMO) itu kini dipercaya menjabat sebagai Team Leader di Engine Plant Sunter TMMIN.
Safiq mengatakan, pengalaman selama menempuh pendidikan di AKTI tidak hanya memberikan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
“Bagi saya, AKTI bukan hanya memberikan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk disiplin, tanggung jawab, dan keberanian untuk terus belajar. Bekal tersebut saya bawa ketika memulai karier sebagai Maintenance Technician hingga akhirnya dipercaya menjadi Team Leader” kata Safiq.
Kompetensi lulusan AKTI juga tercermin melalui berbagai prestasi yang diraih di tingkat nasional, regional, hingga global.
Di tingkat regional Toyota Group, sejumlah alumni AKTI berhasil meraih medali emas dan perak dalam Asia Pacific Skill Contest yang digelar di Thailand pada 2024 dan 2025.
Pada 2026, prestasi kembali ditorehkan dengan perolehan medali emas pada kategori Press dan Maintenance, serta medali perak pada kategori Machining.
Pencapaian tersebut menjadi salah satu gambaran hasil pengembangan kompetensi yang dilakukan sejak mahasiswa menempuh pendidikan di AKTI.
Melalui pendidikan vokasi yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri, AKTI Wisuda 76 mahasiswa pada 2026 menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menyiapkan talenta muda Indonesia agar memiliki kompetensi teknis, karakter kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan industri otomotif.
