Derby Manchester, Manchester City Bungkam MU

lensautama – Erling Haaland kembali mencuri perhatian dalam Derby Manchester. Striker Manchester City tersebut mencetak gol kemenangan saat menghadapi Manchester United sekaligus mengukir rekor baru dalam sejarah pertemuan kedua klub di era Premier League.

Manchester City berhasil mengalahkan Manchester United dengan skor 1-0 dalam laga yang berlangsung di Old Trafford, Minggu (13/9/2026). Haaland menjadi penentu kemenangan The Citizens setelah mencetak gol pada menit ke-60.

Gol tersebut menjadi torehan kesembilan Haaland dalam delapan penampilannya di Derby Manchester. Catatan tersebut membuat penyerang asal Norwegia itu menjadi pemain dengan jumlah gol terbanyak dalam sejarah Derby Manchester di era Premier League.

Haaland kini melewati dua legenda Premier League, Sergio Aguero dan Wayne Rooney, yang masing-masing mengoleksi delapan gol dalam duel antara Manchester City dan Manchester United.

Ketajaman Haaland di Derby Manchester semakin mempertegas perannya sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di Premier League.

Menariknya, Haaland masih berusia 26 tahun sehingga memiliki peluang besar untuk terus menambah koleksi golnya dalam rivalitas kedua klub Manchester tersebut.

“Saya masih 26 tahun, jadi saya masih bisa berkembang dan mencetak lebih banyak gol” ujar Haaland.

Dengan performa tersebut, bukan tidak mungkin Haaland semakin jauh meninggalkan para pesaingnya dalam daftar pencetak gol terbanyak Derby Manchester di era Premier League.

Kemenangan di Old Trafford juga menjaga start sempurna Manchester City di Premier League musim 2026/2027.

Dari empat pertandingan yang telah dimainkan, skuad asuhan Manchester City berhasil menyapu bersih seluruh laga dengan kemenangan.

Haaland menjadi salah satu pemain penting di balik catatan impresif tersebut. Insting mencetak golnya kembali menjadi pembeda, terutama ketika Manchester City harus menghadapi pertandingan besar seperti Derby Manchester.

Gol pada menit ke-60 menjadi bukti ketajaman Haaland dalam memanfaatkan peluang sekaligus memberikan tiga poin penting bagi timnya.

Bagi Manchester United, kekalahan dalam Derby Manchester di kandang sendiri menjadi hasil mengecewakan.

Setan Merah gagal memanfaatkan status sebagai tuan rumah dan harus mengakui keunggulan rival sekotanya. Kekalahan tersebut juga menjadi sinyal bahwa Manchester United masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki performa pada awal musim.

Sebaliknya, Manchester City semakin percaya diri setelah berhasil mempertahankan rekor kemenangan sempurna.

Persaingan kedua klub Manchester pun kembali menunjukkan intensitasnya. Bagi City, kemenangan di Old Trafford bukan hanya menghadirkan tiga poin, tetapi juga memperkuat dominasi Haaland dalam sejarah Derby Manchester.

Dengan usia yang masih 26 tahun dan produktivitas yang terus terjaga, Haaland berpeluang memperlebar rekornya pada pertemuan-pertemuan berikutnya.

Derby Manchester pun semakin memiliki daya tarik tersendiri dengan kehadiran Haaland sebagai salah satu pencetak gol paling produktif dalam sejarah rivalitas Manchester City dan Manchester United di era Premier League.

Komentar pembaca