Andrea Pirlo Batal Latih Timnas Italia, Kerja Sama dengan Fonbet Jadi Pemicu Kontroversi

Jakarta – Andrea Pirlo dipastikan batal menjadi pelatih baru Timnas Italia setelah Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menghentikan proses penunjukannya. Keputusan tersebut diambil menyusul kontroversi yang muncul akibat kerja sama legenda AC Milan dan Juventus itu dengan perusahaan judi asal Rusia, Fonbet.

Kasus ini membuat Andrea Pirlo kehilangan peluang menangani Gli Azzurri hanya dalam waktu 48 jam. Padahal sebelumnya, ia disebut sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Gennaro Gattuso yang gagal membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2026.

Kontroversi bermula dari kerja sama Andrea Pirlo dengan Fonbet yang telah berlangsung sejak Oktober 2025. Saat itu, mantan gelandang Timnas Italia tersebut menandatangani kontrak sebagai duta global perusahaan judi asal Rusia tersebut.

Sorotan publik semakin tajam setelah Pirlo menghadiri acara promosi Fonbet di Stadion Luzhniki, Moskow, beberapa bulan lalu. Kehadirannya memicu kritik karena berlangsung ketika konflik Rusia dan Ukraina masih berlanjut.

Tekanan dari masyarakat, media, hingga kalangan politik Italia akhirnya membuat FIGC memutuskan menghentikan proses pengangkatan Pirlo sebagai pelatih kepala Timnas Italia.

Menanggapi polemik yang berkembang, Andrea Pirlo memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya.

Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan Fonbet sepenuhnya bersifat profesional dan komersial, tanpa memiliki keterkaitan dengan kepentingan politik apa pun.

“Kerja sama profesional yang menjadi bahan polemik itu lahir dari pengalaman kerja saya di Uni Emirat Arab dan sepenuhnya bersifat komersial serta olahraga. Memberikan makna politik terhadap kerja sama tersebut berarti menempatkan keyakinan yang tidak pernah saya miliki” tulis Pirlo.

Pirlo juga menyampaikan apresiasi kepada Direktur Teknik FIGC, Paolo Maldini, dan Leonardo yang telah memberikan kepercayaan kepadanya selama proses pencalonan.

Sebelum kontroversi mencuat, Andrea Pirlo merupakan pilihan utama Paolo Maldini untuk memimpin proyek kebangkitan Timnas Italia.

Maldini menilai mantan rekan setimnya di AC Milan itu memiliki pengalaman, kualitas, dan karakter yang sesuai untuk membawa Gli Azzurri kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.

Namun, dukungan tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan pandangan Presiden FIGC, Giovanni Malago, yang disebut memiliki pertimbangan berbeda terkait penunjukan pelatih baru.

Gagalnya penunjukan Andrea Pirlo membuat FIGC kembali membuka proses pencarian pelatih baru.

Sebelumnya, federasi telah mencoba mendekati sejumlah nama besar seperti Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola. Namun, kedua pelatih tersebut memilih menolak tawaran untuk menangani Timnas Italia.

Kini, beberapa nama kembali masuk dalam daftar kandidat, antara lain, Antonio Conte, Roberto Mancini, Stefano Pioli, Raffaele Palladino.

Pioli dan Palladino dinilai memiliki peluang lebih besar karena saat ini berstatus tanpa klub sehingga proses negosiasi diyakini lebih mudah dilakukan.

Pencarian pelatih baru menjadi bagian penting dari upaya FIGC membangun kembali Timnas Italia setelah kegagalan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

Federasi berharap pelatih anyar nantinya mampu membangun kembali daya saing Gli Azzurri di level internasional sekaligus mengembalikan prestasi salah satu negara dengan sejarah paling sukses di sepak bola dunia.

Sementara itu, polemik yang menimpa Andrea Pirlo menjadi pengingat bahwa faktor di luar lapangan juga dapat memengaruhi keputusan penting dalam dunia sepak bola, terutama ketika menyangkut citra dan reputasi tim nasional.

Komentar pembaca