Jakarta – Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch Fit 5 Series di Indonesia dengan membawa berbagai inovasi baru di sektor wearable technology. Tidak hanya tampil sebagai smartwatch bergaya modern, perangkat ini juga dibekali fitur kesehatan canggih yang mulai mendekati fungsi perangkat medis.
Peluncuran Huawei Watch Fit 5 Series menunjukkan bagaimana pasar smartwatch kini berkembang ke arah kesehatan preventif, bukan lagi sekadar perangkat untuk menghitung langkah kaki atau menerima notifikasi ponsel.
Salah satu fitur yang paling mencuri perhatian adalah hadirnya Diabetes Risk Study pada varian Huawei Watch Fit 5 Pro. Huawei menyebut fitur ini sebagai yang pertama di industri smartwatch Indonesia.
Fitur Diabetes Risk Study pada Huawei Watch Fit 5 Pro bekerja menggunakan sensor photoplethysmography (PPG) untuk memantau perubahan aliran darah mikro di area pergelangan tangan pengguna.
Data denyut nadi akan dikumpulkan selama beberapa hari, baik siang maupun malam, lalu dikombinasikan dengan informasi pengguna seperti usia, tinggi badan, berat badan, serta jenis kelamin.
Dari hasil tersebut, algoritma Huawei akan memberikan analisis risiko diabetes yang dikategorikan menjadi rendah, sedang, atau tinggi.
Meski bukan alat diagnosis medis, teknologi ini menunjukkan perkembangan smartwatch modern yang mulai diarahkan sebagai perangkat kesehatan pribadi untuk membantu deteksi dini.
Huawei mengungkapkan bahwa pengembangan teknologi tersebut dilakukan bersama sejumlah institusi dan rumah sakit di Tiongkok serta Dubai guna mendukung riset dan validasi sistem.
Selain fitur pemantauan risiko diabetes, Huawei Watch Fit 5 Pro juga dibekali fitur ECG (electrocardiogram) bersertifikasi CE untuk memantau aktivitas kelistrikan jantung.
Berbagai fitur kesehatan lainnya turut hadir seperti Pulse Wave Arrhythmia Analysis, HRV monitoring, advanced sleep tracking, hingga pemantauan kondisi emosional multi-dimensi.
Huawei Watch Fit 5 Series tetap mempertahankan karakter tipis dan ringan yang menjadi ciri khas lini Fit Series. Namun kali ini tampilannya dibuat lebih premium melalui bezel tipis dan layar AMOLED berukuran lebih besar.
Varian Pro hadir dengan layar AMOLED 1,92 inci dengan tingkat kecerahan mencapai 3.000 nits. Smartwatch ini juga menggunakan material titanium case dan sapphire glass yang biasanya ditemukan pada smartwatch premium kelas atas.
Huawei bahkan mengklaim durabilitas perangkat meningkat hingga 130 persen berkat teknologi ceramic coating dan micro arc oxidation.
Sementara itu, varian Basic hadir dengan bobot ringan hanya 27 gram menggunakan material aluminium alloy dan curved glass untuk menjaga kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Di luar fitur kesehatan, Huawei Watch Fit 5 Series juga tetap fokus pada kebutuhan olahraga dan aktivitas outdoor.
Kedua varian mendukung lebih dari 100 mode olahraga mulai dari running, trail run, cycling, tenis, badminton, hingga padel.
Huawei juga menyematkan teknologi Sunflower Positioning System dengan GPS dual-band enam satelit untuk meningkatkan akurasi pelacakan aktivitas outdoor.
Khusus Huawei Watch Fit 5 Pro, fitur olahraga dibuat lebih lengkap dengan dukungan freediving hingga 40 meter, offline maps global, hiking, hingga akses ke lebih dari 17 ribu peta lapangan golf di seluruh dunia.
Huawei Watch Fit 5 Series juga dibekali berbagai fitur pendukung aktivitas harian seperti Bluetooth calling, notifikasi pesan, penyimpanan hingga 64GB, kompatibilitas Android dan iPhone, hingga rencana integrasi pembayaran LinkAja QR Payment.
Dari sisi daya tahan, Huawei mengklaim smartwatch ini mampu bertahan hingga 10 hari dalam pemakaian normal.
Untuk pasar Indonesia, harga Huawei Watch Fit 5 Basic dibanderol mulai Rp2.399.000. Sementara harga Huawei Watch Fit 5 Pro dijual mulai Rp3.699.000 dan mulai tersedia secara resmi pada 21 Mei 2026.
Kehadiran Huawei Watch Fit 5 Series menandai perubahan tren smartwatch modern yang kini tidak hanya berfungsi sebagai aksesori digital, tetapi juga berkembang menjadi perangkat pemantauan kesehatan yang semakin pintar dan canggih.
