Mitsubishi Siap Produksi Pikap 4×4 Lokal Jika Ada Permintaan Besar dan Instruksi Pemerintah

Jakarta – Mitsubishi melalui PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menyatakan kesiapan untuk memproduksi pikap 4×4 secara lokal di Indonesia, apabila terdapat permintaan dalam jumlah besar serta arahan resmi dari pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Direktur MMKSI, Atsushi Kurita, sebagai respons atas polemik rencana impor 105.000 unit pikap 4×4 dan truk ringan dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara guna mendukung operasional Koperasi Merah Putih.

Saat ini, model pikap 4×4 andalan Mitsubishi di Indonesia, yakni Mitsubishi Triton, masih didatangkan secara utuh (completely built up/CBU) dari Thailand.

“Saat ini truk pikap kami, yaitu Triton, masih diimpor dari Thailand. Sementara L300 sudah diproduksi di MMKI” ujar Kurita di sela acara Media Iftar di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Adapun kendaraan niaga ringan legendaris Mitsubishi L300 telah lama diproduksi di fasilitas perakitan dalam negeri oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI).

Menurut Kurita, Mitsubishi memiliki kapasitas produksi yang cukup untuk memproduksi L300 maupun model lain jika dibutuhkan dalam jumlah besar.

“Kami memiliki kapasitas yang cukup untuk memproduksi L300 atau produk lainnya. Jika kami menerima instruksi dari pemerintah atau Agrinas, kami siap mengikuti instruksi tersebut” katanya.

Ia menegaskan bahwa keputusan memproduksi pikap 4×4 secara lokal sangat bergantung pada volume pesanan dan kebijakan pemerintah. Dengan angka yang disebut mencapai 105.000 unit, volume tersebut dinilai signifikan dan berpotensi menjadi pertimbangan strategis dalam keputusan investasi dan produksi dalam negeri.

“Saya yakin saat ini Agrinas bersama pemerintah sedang melakukan diskusi. Kami siap untuk mengikuti keputusan yang diambil oleh pemerintah” tambahnya.

Pernyataan Mitsubishi ini membuka peluang bahwa pengembangan varian 4×4 secara lokal bukan hal yang mustahil, selama ada kepastian pasar dan dukungan regulasi.

Jika produksi lokal pikap 4×4 benar-benar terealisasi, langkah tersebut berpotensi memperkuat industri otomotif nasional. Selain meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), kebijakan ini juga dapat mendorong penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur kendaraan niaga.

Kesiapan Mitsubishi memproduksi pikap 4×4 di dalam negeri menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah serta pengembangan industri otomotif Indonesia yang lebih mandiri dan kompetitif.

Komentar pembaca