Yamaha Masih Tertinggal di Tes Pramusim MotoGP 2026, Proyek V4 Jadi Sorotan

lensautama – Yamaha menghadapi tantangan besar jelang MotoGP 2026. Proyek motor anyar berkonfigurasi V4 yang digadang-gadang menjadi titik balik kebangkitan mereka justru belum menunjukkan hasil menggembirakan saat tes pramusim di Sirkuit Buriram, Thailand.

Pada sesi pengujian hari pertama, pembalap andalan Fabio Quartararo hanya mampu finis di posisi ke-18, Sabtu (21/2/2026). Juara dunia MotoGP 2021 itu bahkan sempat mengalami insiden ringan dan terlihat kesulitan menemukan ritme dengan paket baru Yamaha.

Rekan setimnya, Jack Miller, menjadi pembalap Yamaha terbaik dengan finis di urutan ke-17. Meski demikian, keduanya terpaut lebih dari satu detik dari Alex Marquez yang memimpin catatan waktu bersama Ducati Lenovo Team.

Quartararo tidak menutupi rasa frustrasinya atas performa motor V4 anyar tersebut. Ia menilai Yamaha masih membutuhkan waktu panjang untuk bisa kembali kompetitif.

“Dalam satu minggu, bahkan satu bulan, kami belum akan siap. Situasinya sangat mengkhawatirkan” ujarnya.

Menurutnya, tim belum menemukan setelan dasar (base setting) yang ideal. Hampir setiap sesi diwarnai perubahan konfigurasi, tetapi belum membuahkan peningkatan signifikan. Fokus pengembangan yang terus berubah justru membuat progres terasa stagnan.

Masalah utama Yamaha disebut terletak pada sektor tenaga mesin dan traksi. Motor V4 terbaru dikabarkan kehilangan sekitar 10 km/jam di lintasan lurus dibanding para rival.

Alex Rins menambahkan bahwa bukan hanya Ducati, tetapi juga Repsol Honda Team dan Aprilia Racing unggul dalam akselerasi serta daya cengkeram saat keluar tikungan.

“Kami kehilangan banyak tenaga mesin dan traksi. Pembalapnya siap, tetapi motornya belum” kata Rins.

Ia bahkan mengungkapkan detak jantungnya sempat menyentuh 191 bpm hanya untuk mencatat posisi ke-19 dalam sesi time attack.

Di tengah hasil kurang memuaskan, Jack Miller mencoba bersikap realistis. Pembalap Pramac Yamaha itu melihat adanya sinyal positif dalam pengembangan sasis dan aerodinamika motor.

Namun, defisit kecepatan puncak tetap menjadi pekerjaan rumah besar yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Dengan waktu menuju seri pembuka yang semakin dekat, Yamaha dituntut bekerja ekstra keras.

Tanpa lompatan signifikan pada sektor mesin dan traksi, proyek V4 yang diharapkan menjadi simbol kebangkitan Yamaha di MotoGP 2026 justru berisiko menjadi tantangan baru dalam perjalanan mereka musim ini.

Komentar pembaca