lensautama – Fabio Quartararo mengawali tes pramusim MotoGP Buriram 2026 dengan hasil yang mengecewakan. Pembalap andalan Monster Energy Yamaha MotoGP itu hanya mampu menutup hari pertama di posisi ke-18 dan mengaku pesimis menyambut seri perdana musim.
Pada sesi pengujian di Sirkuit Buriram, Thailand, Fabio Quartararo menyelesaikan 43 putaran dan mencatatkan waktu terbaik 1 menit 30,507 detik di putaran ke-40.
Catatan waktunya terpaut 0,172 detik dari Jack Miller yang menjadi pembalap tim satelit Yamaha, serta tertinggal 1,245 detik dari Alex Marquez yang mencatatkan waktu tercepat.
Menjelang seri perdana MotoGP 2026 yang digelar pada 27 Februari – 1 Maret 2026, Quartararo menilai Yamaha masih akan kesulitan bersaing dengan para rival.
“Tadi adalah hari yang rumit, lebih rumit dari ekspektasiku. Bagaimanapun, kami akan mencoba menemukan sesuatu, semoga aku merasakan lebih nyaman di atas motor untuk besok” ujar Fabio Quartararo dikutip dari GPOne.
Juara dunia MotoGP 2021 itu menyoroti masalah utama yang masih membayangi Yamaha, yakni kekurangan kecepatan di lintasan lurus. Ia mengaku kehilangan sekitar 10 km/jam dibanding para pesaing.
Dalam ajang sekompetitif MotoGP, defisit kecepatan puncak menjadi persoalan krusial yang sangat memengaruhi performa secara keseluruhan.
Fabio Quartararo bahkan menyebut Yamaha kemungkinan belum siap dalam waktu dekat.
“Menurut pendapatku, kami tidak akan siap dalam sebulan tapi mungkin kolega-kolega kami di pabrikan lainnya akan siap” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan kesulitan menemukan setelan dasar (base setting) yang ideal. Dalam satu hari pengujian, ia tidak pernah melakukan lebih dari dua kali laju dengan konfigurasi motor yang sama.
“Secara pribadi, aku tidak pernah melakukan lebih dari dua laju dengan motor yang sama. Aku selalu mencoba sesuatu, dan bahkan dengan perubahan besar kami tidak dapat menemukan sebuah setelan dasar yang bagus atau sesuatu yang bisa membuat kami meningkat” pungkasnya.
Hasil tes ini menjadi sinyal bahwa Fabio Quartararo dan Yamaha masih memiliki pekerjaan rumah besar jelang MotoGP 2026. Tanpa peningkatan signifikan, persaingan di papan atas musim ini diprediksi akan semakin berat bagi mereka.
