Jay Idzes Alami Malam Kelam, Sassuolo Dibantai Inter Milan 0-5 di Serie A

lensautama – Jay Idzes mengalami laga yang sulit saat Sassuolo harus menelan kekalahan telak 0-5 dari Inter Milan dalam lanjutan Liga Italia. Meski sudah berusaha keras di lini belakang, kapten Timnas Indonesia itu tak mampu membendung agresivitas Nerazzurri yang tampil dominan sepanjang pertandingan.

Pertandingan yang digelar pada Senin (waktu setempat) tersebut menjadi malam kelam bagi Jay Idzes. Ia kembali dipercaya tampil sebagai starter dan berduet dengan Tarik Muharemovic di jantung pertahanan Sassuolo, mengawal kiper Arijanet Muric. Namun, Inter Milan menunjukkan kelasnya sebagai pemuncak klasemen Serie A.

Gawang Sassuolo sudah kebobolan saat laga baru berjalan 11 menit melalui gol Yann Bisseck. Setelah itu, Inter semakin tak terbendung. Marcus Thuram dan Lautaro Martinez turut mencatatkan nama di papan skor, disusul gol Manuel Akanji dan Luis Henrique yang melengkapi pesta gol Inter Milan.

Tekanan bertubi-tubi membuat lini belakang Sassuolo, termasuk Jay Idzes, kewalahan. Meski sempat tampil cukup solid di babak pertama, performa Sassuolo menurun drastis selepas jeda.

Media Italia, Sassuolo News, memberikan rating 4,5 untuk penampilan Jay Idzes. Penilaian tersebut menjadi yang terendah bagi bek berusia 25 tahun itu sejak bergabung dengan Sassuolo pada awal musim.

“Jay Idzes berusaha bertahan sebisa mungkin, kemudian dia pun ikut terbawa suasana dan membuat terlalu banyak kesalahan” tulis Sassuolo News dalam ulasannya.

Secara statistik, Jay Idzes mencatatkan 8 defensive contribution, 2 kali blok, 6 sapuan, serta 1 recovery selama berada di lapangan. Namun, kontribusi tersebut belum cukup untuk menahan gempuran Inter Milan.

Kemenangan besar atas Sassuolo membuat Inter Milan kini unggul 8 poin dari AC Milan di posisi kedua klasemen sementara Serie A, meski baru memainkan 24 pertandingan. Kendati demikian, pelatih Inter, Cristian Chivu, menolak larut dalam euforia perburuan gelar juara.

“Nol bagi saya. Masih ada 14 pertandingan yang harus dimainkan” tegas Chivu.

Berdasarkan pengalamannya sebagai mantan bek Inter Milan dan Timnas Rumania, Chivu menegaskan bahwa tidak ada istilah kesempurnaan dalam sepak bola, dan konsistensi tetap menjadi kunci hingga akhir musim.

Komentar pembaca