Lensautama – Kabar mengejutkan datang dari dunia otomotif global. Suzuki Fronx, SUV ringkas andalan Suzuki, mencatatkan hasil sangat buruk dalam uji keselamatan terbaru Australasian New Car Assessment Program (ANCAP).
Dalam pengujian tersebut, Suzuki Fronx hanya meraih skor 1 Bintang, salah satu nilai terendah dalam standar keselamatan modern.
Hasil ini dipicu oleh kegagalan komponen keselamatan vital yang berujung pada penarikan kembali (recall) massal dan penghentian sementara penjualan di Australia.
Dalam uji benturan depan penuh (full-width frontal test), ANCAP menemukan kegagalan serius pada mekanisme sabuk pengaman belakang sebelah kiri Fronx. Retraktor sabuk pengaman dilaporkan tidak mampu menahan beban saat tabrakan terjadi.
Akibatnya, boneka uji penumpang baris kedua terlempar ke depan dan menghantam kursi depan. Temuan ini dinilai sangat jarang terjadi dalam pengujian kendaraan modern dan dikategorikan sebagai kegagalan kritis yang berpotensi mengancam nyawa penumpang.
Menyusul hasil uji tabrak yang buruk tersebut, Suzuki Australia bersama otoritas keselamatan pemerintah Selandia Baru segera mengeluarkan peringatan keras kepada konsumen. Sebanyak 324 unit Fronx yang beredar di Australia terdampak dan ditarik kembali untuk perbaikan mekanisme sabuk pengaman.
Sebagai langkah pencegahan, pemilik kendaraan juga diminta tidak mendudukkan penumpang di kursi belakang hingga proses perbaikan resmi dilakukan. Selain itu, penjualan Suzuki Fronx di Australia dihentikan sementara (sales halt) selama investigasi lanjutan berlangsung.
Tidak hanya sabuk pengaman, ANCAP juga mencatat sejumlah kelemahan serius lain pada aspek keselamatan Suzuki Fronx, antara lain, perlindungan Anak hanya meraih skor 40%, termasuk salah satu yang terendah dalam sejarah pengujian ANCAP modern.
Hasil uji tabrak ini menjadi pukulan telak bagi reputasi Fronx, yang sebelumnya dipasarkan sebagai SUV modern dengan fitur keselamatan lengkap. Skor 1 bintang ANCAP berpotensi memengaruhi kepercayaan konsumen, tidak hanya di Australia tetapi juga di pasar global.
“Suzuki Motor Corporation dan Suzuki Australia akan memberi tahu seluruh pelanggan Fronx yang kendaraannya tercantum untuk segera menghentikan penggunaan kursi belakang. Kami tengah melakukan investigasi mendesak dan akan memfasilitasi langkah lanjutan guna memastikan keselamatan kendaraan” demikian pernyataan perusahaan.
Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil investigasi teknis serta langkah perbaikan yang diambil Suzuki untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap Suzuki Fronx.
