Selama Pandemi COVID-19, Generasi Pengusaha Muda Andalkan Model Bisnis Keluarga

Advertisements
JakartaJumlah model bisnis keluarga multigenerasi di wilayah Asia diperkirakan akan menurun, berdasarkan survei terbaru yang digelar Sun Life Financial Inc. dengan melibatkan lebih dari 240 keluarga pengusaha di Indonesia, dan 1.300 keluarga di wilayah Asia.

Survei Sun Life berjudul “Future of Family Businesses in Asia” juga menemukan bahwa kehadiran pandemi COVID-19 telah membangkitkan daya saing dari para pengusaha muda, mengingat persiapan mereka terhadap tantangan dan disrupsi bisnis yang tak terduga masih sangat minim.

Riset ini dirancang untuk mengungkap bagaimana para pendiri (founder) usaha saat ini mengoperasikan bisnis mereka. Hal ini terlihat dari bagaimana persepsi dan tanggapan mereka terhadap risiko; rencana waktu pensiun dan suksesi bisnis mereka; serta pandangan terhadap model bisnis keluarga di dekade selanjutnya.

Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life Indonesia menjelaskan, kalangan ini cenderung membangun bisnis dengan cepat, menjualnya, dan kemudian mengambil pensiun dini, dibanding meneruskan bisnis ke anggota keluarga, seperti yang selama ini dilakukan.

Survei ini menemukan bagaimana para pemilik usaha keluarga berusia matang melakukan persiapan dan mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin dihadapi perusahaan, dan cenderung menerapkan rencana mitigasi terhadap risiko, untuk membangun ketahanan bisnis mereka.

Pemilik bisnis keluarga umumnya bergantung pada sejumlah pembuat keputusan kunci dalam menjalankan perusahaan. Kesehatan dan kesejahteraan para pemegang posisi kunci (key person) ini terkait erat dengan kesehatan bisnis perusahaan.

Berdasarkan survei, 73% pengusaha matang memiliki asuransi kesehatan pribadi, dan 71% memiliki perlindungan asuransi selaku key man di perusahaan.

Sedangkan, hanya 50% pengusaha rintisan dan 56% pemilik bisnis berkembang memiliki asuransi kesehatan pribadi, sementara 25% pengusaha rintisan dan 38% pemilik bisnis berkembang memiliki perlindungan sebagai key man di perusahaan.

Sebagian besar percaya bisnis keluarga akan menjadi semakin kompetitif (79%), serta menghasilkan lebih banyak inovasi teknologi dan bisnis di masa depan (73%).

Sebagian besar pengusaha rintisan (74%) dan pengusaha berkembang (70%) memperkirakan jumlah bisnis keluarga akan menurun, karena di masa depan, akan semakin banyak kalangan profesional dari luar keluarga yang akan dipercaya untuk mengelola bisnis mereka.

“Pengusaha rintisan dan berkembang berharap dapat pensiun di usia lebih muda, sementara ekspektasi usia pensiun para pengusaha matang menunjukkan realitas bahwa dibutuhkan waktu dan perencanaan yang lebih panjang bagi mereka, dalam mengumpulkan kekayaan untuk masa pensiun yang lebih nyaman” Ujar Leo Grepin, President, Sun Life Asia.

“Sun Life mengajak para pemilik bisnis untuk tidak mengabaikan rencana jangka panjang mereka, dan melihat berbagai solusi keuangan yang tersedia secara holistik untuk mengurangi berbagai risiko sekaligus memberikan perlindungan, serta memperkuat bisnis dan rencana suksesi untuk generasi yang akan datang” tutup Elin.

Komentar pembaca