Badan POM Dukung UMKM Untuk Obat Tradisional

Advertisements
JakartaIndustri obat tradisional, khususnya yang dikelola oleh usaha mikro kecil menengah (UMKM), memiliki social economic impact yang besar sehingga sangat layak diberi kesempatan dan difasilitasi untuk berkembang.

Selain berdampak ikut mengembangkan budaya Indonesia dari tradisional ke internasional, UMKM jamu dan herbal juga turut andil mewujudkan kesehatan bangsa.

“Tren masyarakat untuk menggunakan obat herbal dan jamu dalam menjaga kesehatan bisa ditangkap oleh pelaku UMKM dengan melakukan banyak inovasi” Ujar Pembina Center for Entrepreneurship Development and Studies Universitas Indonesia Roy Darmawan.

“Pelaku UMKM perlu membangun integritas sebagai prioritas, dan memiliki keyakinan bahwa sangat penting membangun bisnis yang berorientasi jangka panjang dengan tidak pernah bertoleransi untuk menggunakan bahan berbahaya demi keuntungan, beritikad selalu menggunakan bahan terbaik yang paling ampuh sesuai standar kesehatan dan juga standar aturan hukum dan legalitas yang wajib dipenuhi” tutur Professor Tamu dari Guangxi University for Nationalities tersebut.

Pemerintah, melalui Badan POM sejauh ini sudah optimal dalam mendukung perkembangan UMKM obat tradisional. Roy menyarankan agar lembaga ini perlu membuat dan menerapkan peraturan yang ketat terkait aspek keamanan dan keselamatan konsumen.

“Dalam hal ini, jamu dan herbal perlu dipastikan memiliki kandungan yang benar-benar tergolong jamu dan herbal” jelasnya.

Roy berharap agar Badan POM lebih sering melakukan sosialisasi dan komunikasi tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh UMKM terkait produksi obat tradisional serta memberikan solusi yang langsung menyelesaikan masalah dalam koridor sesuai ketentuan yang berlaku.

“Selain itu Badan POM perlu mereduksi birokrasi dan hal yang sulit diakses oleh pelaku UMKM. BPOM perlu lebih mudah ditemui dan ditanya untuk mendapatkan informasi oleh pelaku usaha” saran Chairman of Board of Advisor, Asean Youthpreneur Communnity tersebut.

Harapannya agar UMKM dapat menerapkan Cara Produksi Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dalam produksi yang selanjutnya memudahkan dalam mendapat izin edar.

Tahun 2018 lalu, Badan POM menginisasi Program Bapak Angkat bagi UMKM Jamu yang menjadikan IOT. Program ini meliputi dukungan fasilitas, peningkatan kapasitas pelaku UMKM, dan pendampingan langsung oleh industri adalah bentuk tanggung jawab bersama pemerintah dan industri dalam mengembangkan obat tradisional agar mampu bersaing di pasar nasional dan global.

Dari tahun 2017 hingga Oktober 2019 jumlah Industri Obat Tradisional (IOT) dan UMKM Obat Tradisional menunjukkan peningkatan dari 626 menjadi 672 (UMKM OT) dan dari 124 menjadi 129 (Industri Obat Tradisional).

Untuk pasar luar negeri, pemangkasan timeline pendaftaran dilakukan Badan POM untuk produk khusus ekspor dari 30 hari kerja menjadi 3 hari kerja.

Bukti nyata tersebut terlihat dari banyaknya jumlah ekspor obat tradisional selama 2019 sejumlah 574 produk dan mengalami kenaikan signifikan dari 2 tahun sebelumnya yaitu tahun 2017 sejumlah 262 produk dan 2018 sejumlah 303 produk.

Komentar pembaca