Tangerang – Bosch, perusahaan penyedia layanan dan teknologi otomotif global terkemuka, kembali berpartisipasi dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 dengan menampilkan beragam teknologi yang membangun mobilitas saat ini dan masa depan.
“Di Bosch, kami mencapai kemajuan berarti dalam tiga domain mobilitas, konektivitas, automasi, dan elektrifikasi” Ujar Andrew Powell, managing director Bosch di Indonesia.
Bosch memiliki komitmen tinggi di ranah elektrifikasi – dengan rencana yang sistematis dan terintegrasi, termasuk menginvestasikan sekitar 400 juta euro per tahun guna meningkatkan deretan solusi powertrain-nya.
Pemerintah Indonesia berharap jumlah kendaraan listrik di negara ini dapat mencapai 20 persen dari keseluruhan moda yang ada kelak, atau sekitar 400.000 unit pada 2025 mendatang.
“Bosch siap mendukung percepatan mobilitas listrik di Indonesia melalui ragam teknologi masa depan kami, baik untuk mobil maupun kendaraan roda dua” jelas Powell.
Menurut badan lingkungan negara Jerman, rem dan ban bertanggung jawab atas 32 persen emisi partikulat yang berasal dari kegiatan mengemudi; sekitar setengahnya berasal dari debu rem.
iBooster dari Bosch, booster rem elektromekanis, cocok untuk semua konfigurasi drivetrain kendaraan hibrida maupun listrik. Booster rem tanpa-vakum ini memperpendek jarak pengereman dan membuat kendaraan hibrida maupun listrik menjadi lebih efisien dengan mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 – khususnya dalam situasi lalu lintas perkotaan yang mengharuskan pengemudi melakukan pengereman dan akselerasi berkali-kali.
Baterai inovatif 48-volt dari Bosch distandarisasi untuk memudahkan integrasi dengan model-model kendaraan baru – dari mobil kompak, mobil mini, sampai mobil mikro.
Seiring dengan berkembangnya pasar massal mobil hibrida Bosch berharap produk baterainya juga akan meraih kesuksesan di sektor tersebut. Perusahaan memperkirakan sekitar 15 juta kendaraan dengan baterai hibrida 48 volt akan mulai melaju di jalan raya pada 2025 mendatang.
Berbagai studi menyatakan bahwa sekitar 100 juta kendaraan listrik ringan akan diproduksi di seluruh dunia hingga 2020. Di Indonesia sendiri, Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) telah menetapkan target untuk mengembangkan 2,1 juta sepeda motor listrik pada 2025 mendatang.
Bosch menawarkan sistem solusi terintegrasi untuk seluruh segmen performa kendaraan, mulai 0,35 kW hingga 10 kW – dengan beragam solusi motor yang berbeda; yang menyelaraskan ponsel pintar, layar penampil eScooter, aki, dan pengisi daya secara sempurna.
Aplikasi ponsel pintar pendukung sistem ini juga menyediakan beberapa fungsi utama seperti infotainment, navigasi, keamanan, personalisasi serta diagnosis dan layanan.
Bosch menyediakan portofolio otomotif menyeluruh yang terdiri dari komponen dan suku cadang, peralatan diagnostik serta solusi dan layanan bengkel. Melalui divisi Automotive Aftermarket, perusahaan turut mendukung pemerintah dalam membangun infrastruktur untuk kendaraan hibrida dan listrik di Indonesia.
Bosch terus berkolaborasi dengan beberapa produsen kendaraan listrik terkemuka guna menghadirkan dan mengustomisasi stasiun pengisian daya untuk unit kendaraan mereka.