Chery J6T CSH Unjuk Kemampuan All-Terrain, Andalkan Tenaga 428 PS dan Teknologi iWD

Jakarta – Chery memperagakan kemampuan SUV elektrifikasi Chery J6T CSH melalui sesi uji berkendara atau test drive di Hongyang Mountain, Tiongkok, dalam rangkaian Chery International User Summit 2026.

Pengujian ini menunjukkan bagaimana perpaduan motor listrik, sistem penggerak cerdas, suspensi, dan teknologi manuver mendukung kemampuan kendaraan menghadapi beragam karakter medan.

Lintasan pengujian dirancang untuk menghadirkan empat tantangan utama, yakni tanjakan dan permukaan tidak rata, rangkaian tikungan, ruang putar terbatas, serta lintasan air. Setiap kondisi menguji kemampuan kendaraan dalam menjaga traksi, stabilitas, dan kendali ketika menghadapi perubahan permukaan maupun arah lintasan.

Melalui pengujian tersebut, Chery menunjukkan bahwa kemampuan all-terrain tidak hanya bergantung pada besarnya tenaga mesin atau ketinggian kendaraan. Integrasi sistem penggerak, pengaturan distribusi tenaga, pilihan mode berkendara, dan konstruksi suspensi turut berperan dalam mendukung performa kendaraan di berbagai kondisi.

Pendekatan ini sejalan dengan semangat “ECOTECH for your future life”, yang menekankan penerapan teknologi elektrifikasi untuk memberikan manfaat nyata dalam pengalaman berkendara sehari-hari maupun perjalanan dengan medan yang lebih menantang.

Salah satu teknologi utama Chery J6T CSH adalah sistem Range-Extended Electric Vehicle (REEV) dengan arsitektur tiga motor atau three-motors architecture. Konfigurasi tersebut terdiri dari dua motor penggerak listrik yang terintegrasi dengan sistem intelligent All-Wheel Drive (iWD) dan satu motor-generator.

Kombinasi teknologi tersebut menghasilkan tenaga hingga 428 PS dan torsi 505 Nm. Karakter tenaga motor listrik yang responsif mendukung kebutuhan akselerasi ketika kendaraan menghadapi tanjakan maupun permukaan dengan tingkat traksi yang berbeda.

Sistem iWD berperan mengatur distribusi tenaga sesuai kebutuhan setiap lintasan. Dengan pengaturan tersebut, tenaga dapat disalurkan secara lebih terarah untuk membantu kendaraan mempertahankan traksi ketika kondisi permukaan jalan berubah.

Kemampuan tersebut didukung 8+1 mode berkendara yang memungkinkan pengemudi menyesuaikan karakter kendaraan dengan kondisi perjalanan. Pilihan mode ini dirancang untuk mengakomodasi penggunaan normal hingga medan yang membutuhkan pengaturan traksi dan respons tenaga lebih spesifik.

Perpaduan motor listrik dan sistem penggerak cerdas menjadi bagian penting dari karakter Chery J6T CSH sebagai SUV elektrifikasi yang dirancang untuk menghadapi lebih dari sekadar perjalanan di jalan perkotaan.

Selain sistem penggerak, Chery J6T CSH dibekali suspensi H-Arm aluminium untuk mendukung stabilitas dan pengendalian ketika melewati tikungan maupun permukaan jalan yang tidak rata.

Konstruksi suspensi tersebut dirancang membantu menjaga kestabilan bodi, memberikan respons kemudi yang presisi, serta mempertahankan kontak roda dengan permukaan jalan. Kombinasi ini mendukung pengendalian kendaraan saat arah dan kontur lintasan berubah.

Kemampuan tersebut semakin didukung oleh ground clearance setinggi 220 mm. Jarak terendah ke tanah ini memberikan ruang lebih besar ketika kendaraan melewati jalan berbatu, permukaan bergelombang, atau lintasan dengan perbedaan ketinggian.

Perpaduan suspensi dan jarak terendah ke tanah tersebut menjadi faktor pendukung kemampuan all-terrain Chery J6T CSH. Kendaraan diharapkan tetap memiliki karakter pengendalian yang terkendali tanpa menghilangkan kenyamanan berkendara dengan tenaga listrik.

Dalam sesi pengujian di Hongyang Mountain, kombinasi tersebut diuji untuk memperlihatkan bagaimana konstruksi kendaraan dan sistem penggerak bekerja bersama menghadapi variasi medan.

Kemampuan bermanuver menjadi aspek lain yang diperlihatkan Chery J6T CSH dalam pengujian tersebut. Pada lintasan dengan ruang gerak terbatas, kendaraan mengandalkan Turn Pro Function yang memanfaatkan respons serta distribusi tenaga dari sistem dual-motor iWD.

Teknologi ini membantu kendaraan berputar dalam radius yang lebih kecil sehingga memudahkan pengemudi ketika perlu mengubah arah di jalur sempit maupun lintasan off-road.

Respons motor listrik yang cepat memungkinkan pengaturan tenaga dilakukan secara presisi selama manuver berlangsung. Dengan demikian, kendaraan dapat membantu pengemudi mempertahankan kendali ketika ruang untuk berputar terbatas.

Fitur tersebut menjadi salah satu pendukung karakter SUV boxy Chery J6T CSH yang menggabungkan desain berorientasi petualangan dengan teknologi penggerak elektrifikasi.

Selain manuver di ruang terbatas, pengujian di Hongyang Mountain juga mencakup lintasan air. Dalam kondisi tersebut, ground clearance tinggi, sistem iWD, dan pilihan mode berkendara menjadi bagian dari teknologi yang mendukung traksi serta pergerakan kendaraan.

Meski demikian, kemampuan melintasi air tetap bergantung pada kondisi lintasan dan batas teknis kendaraan. Pengemudi perlu memperhatikan petunjuk penggunaan serta batas kemampuan yang ditetapkan pabrikan ketika menghadapi medan serupa.

Sebagai kendaraan dengan teknologi Range-Extended Electric Vehicle, Chery J6T CSH menggabungkan penggerak roda berbasis motor listrik dengan mesin bensin yang berfungsi sebagai generator ketika kendaraan membutuhkan tambahan energi.

Berdasarkan klaim spesifikasi yang disampaikan Chery, kendaraan ini memiliki jarak tempuh listrik murni hingga 190 kilometer berdasarkan standar NEDC. Sementara itu, daya jelajah kombinasi diklaim mencapai hingga 1.000 kilometer.

Konsep REEV memungkinkan motor listrik tetap menjadi penggerak roda, sedangkan mesin bensin bertugas menghasilkan energi untuk mendukung kebutuhan sistem penggerak. Pendekatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara elektrik sekaligus memperluas fleksibilitas perjalanan jarak jauh.

Angka jarak tempuh tersebut merupakan klaim berdasarkan metode pengujian yang disebutkan dan dapat berbeda dalam penggunaan nyata, bergantung pada kondisi jalan, gaya berkendara, beban kendaraan, serta faktor lingkungan.

Kombinasi kemampuan elektrifikasi dan teknologi pendukung medan menjadikan Chery J6T CSH sebagai bagian dari pengembangan SUV yang menggabungkan kebutuhan mobilitas harian dengan perjalanan yang lebih beragam.

Sesi test drive di Hongyang Mountain memperlihatkan bagaimana berbagai teknologi Chery J6T CSH bekerja sebagai satu kesatuan. Sistem penggerak tiga motor, iWD, pilihan mode berkendara, suspensi H-Arm aluminium, hingga Turn Pro Function dirancang untuk mendukung kendali kendaraan dalam berbagai situasi.

Pengujian tersebut juga menjadi bagian dari upaya Chery memperluas pemanfaatan teknologi elektrifikasi, bukan hanya untuk mobilitas perkotaan, tetapi juga untuk perjalanan yang membutuhkan kemampuan menghadapi medan lebih menantang.

Sejalan dengan semangat “Together – For Family”, Chery menempatkan pengembangan teknologi sebagai upaya menghadirkan pengalaman berkendara yang mendukung rasa aman, nyaman, dan percaya diri bagi pengguna bersama keluarga.

Melalui Chery J6T CSH, perusahaan mengusung pendekatan “Drive Electric. Go Further.” yang menekankan fleksibilitas kendaraan elektrifikasi untuk menunjang beragam kebutuhan perjalanan.

Dengan perpaduan tenaga hingga 428 PS, torsi 505 Nm, sistem iWD, dan teknologi REEV, Chery J6T CSH memperlihatkan pendekatan pengembangan SUV elektrifikasi yang tidak hanya berfokus pada efisiensi, tetapi juga pada kemampuan pengendalian dan fleksibilitas penggunaan di berbagai karakter medan.

Komentar pembaca