iCAR V23 Tawarkan Kebebasan Personalisasi, Bisa Bergaya Klasik hingga Urban

Jakarta – iCAR V23 hadir bukan sekadar sebagai kendaraan listrik dengan desain yang berbeda dari kebanyakan mobil elektrifikasi di Indonesia. SUV listrik ini juga menawarkan konsep Plug and Play yang memberikan ruang bagi pemilik untuk menyesuaikan tampilan kendaraan sesuai gaya, kebutuhan, dan karakter personal.

Fleksibilitas tersebut terlihat dari dua unit iCAR V23 milik figur otomotif Den Dimas dan Om Mobi. Meski menggunakan basis kendaraan yang sama, keduanya memilih arah personalisasi yang berbeda.

Den Dimas membawa iCAR V23 ke karakter mobil klasik Inggris, sedangkan Om Mobi memilih konsep EV City Slicker dengan nuansa lebih modern dan urban. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa desain V23 dapat dikembangkan sesuai preferensi pemilik tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai kendaraan listrik untuk mobilitas sehari-hari.

“Melalui konsep Plug and Play, kami ingin memberikan ruang bagi pemilik iCAR V23 untuk menjadikan kendaraannya lebih personal. Den Dimas dan Om Mobi menunjukkan bahwa V23 dapat disesuaikan dengan gaya yang berbeda, mulai dari karakter klasik hingga lebih urban, sesuai preferensi masing-masing pemilik” ujar Metta Yunita, Head of Marketing iCAR Indonesia.

Menurutnya, kebebasan dalam melakukan personalisasi menjadi salah satu bagian penting dari pengalaman memiliki iCAR V23.

Bagi Den Dimas, karakter desain menjadi salah satu daya tarik utama iCAR V23. Tampilan yang gagah, posisi berkendara yang tinggi, serta kaca depan yang tegak memberikan nuansa kendaraan 4×4 yang sesuai dengan karakter mobil yang disukainya.

Ia juga mengapresiasi keberadaan tombol-tombol fisik pada bagian interior. Menurutnya, penggunaan tombol fisik memberikan kemudahan dan kepraktisan ketika digunakan untuk aktivitas berkendara sehari-hari.

Karakter tersebut kemudian diperkuat melalui sejumlah ubahan pada eksterior. Salah satunya adalah penggunaan pelek dengan ukuran lebih kecil untuk mendapatkan profil ban yang lebih tebal.

“Untuk konsep modifikasi yang saya usung di mobil saya adalah gaya simple tapi tetap klasik. Velg saya turunkan dari 21 ke 17 inci karena mau mencari profil yang lebih tebal” ujar Den Dimas.

Ia juga memberikan sentuhan two-tone pada bodi iCAR V23. Bagian atap dan kaca belakang menggunakan warna broken white yang terinspirasi dari mobil-mobil Inggris klasik.

Ubahan tersebut membuat tampilan V23 miliknya memiliki karakter yang lebih personal, tetapi tetap mempertahankan bentuk dasar kendaraan.

Menariknya, personalisasi pada iCAR V23 milik Den Dimas tidak membuat mobil tersebut hanya menjadi kendaraan untuk tampil atau mengikuti kegiatan otomotif.

V23 tetap digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk mengantar anak sekolah. Untuk penggunaan tersebut, Den Dimas lebih banyak mengandalkan Eco Mode.

Ia menyebut biaya listrik untuk penggunaan mobil tersebut berada di kisaran Rp500 ribu per bulan.

Selain aktivitas perkotaan, iCAR V23 miliknya juga pernah digunakan untuk aktivitas off-road ringan di kawasan Sentul. Menurut Den Dimas, kemampuan kendaraan tersebut mampu memberikan pengalaman berkendara yang sesuai dengan ekspektasinya.

Bagi Den Dimas, kombinasi desain, kemudahan penggunaan, serta fleksibilitas personalisasi membuat V23 menawarkan pengalaman berbeda. Ia bahkan menilai mobil tersebut dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang menginginkan nuansa mobil klasik 4×4 tanpa harus berhadapan dengan kompleksitas perawatan mobil tua.

“Buat saya, iCAR V23 menjawab kebutuhan orang yang ingin memiliki mobil klasik 4×4 tapi tidak mau repot” pungkasnya.

Komentar pembaca