Yamaha Akui Masih Terkendala Mesin Jelang MotoGP 2026, Kecepatan Jadi Masalah Utama

lensautama – Yamaha masih dihadapkan pada pekerjaan rumah besar menjelang dimulainya musim MotoGP 2026. Direktur Olahraga Yamaha, Maio Meregalli, secara terbuka mengungkapkan bahwa motor Yamaha YZR-M1 masih mengalami kendala serius, terutama dalam hal peningkatan tenaga mesin empat silinder segaris (M4).

Meregalli menjelaskan bahwa dari sisi handling dan stabilitas, motor Yamaha sebenarnya sudah berada di level yang cukup baik. Namun, masalah kecepatan di lintasan lurus menjadi kelemahan utama yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi oleh pabrikan asal Iwata tersebut.

“Bagian yang harus kami kembangkan adalah kecepatan karena motor ini sudah sangat enak untuk berkendara, keseimbangannya sudah bagus. Motor ini secara performa juga tidak buruk” ujar Meregalli, dikutip dari Motorsports.

Dalam sesi tes pramusim MotoGP di Sepang awal Februari ini, Yamaha mencatatkan hasil yang kurang menggembirakan. Tim pabrikan Jepang tersebut hanya mampu menempati peringkat kelima klasemen manufaktur, tertinggal dari para rival yang tampil lebih kompetitif.

Masalah pada mesin M4 membuat Yamaha kesulitan menandingi kecepatan motor-motor pesaing, terutama di sektor lintasan lurus. Situasi ini semakin diperburuk dengan sejumlah insiden yang terjadi selama sesi pengujian berlangsung.

Nasib kurang beruntung juga menimpa pebalap andalan Yamaha, Fabio Quartararo. Pada hari pertama tes pramusim, rider berjuluk El Diablo itu mengalami kecelakaan cukup parah hingga menyebabkan patah tulang di bagian jari tangannya.

Tak berhenti di situ, Yamaha juga harus kehilangan waktu krusial pada hari kedua tes. Aktivitas tim sempat dihentikan sementara akibat investigasi terkait aspek keamanan mesin, yang membuat proses pengumpulan data menjadi terhambat.

Minimnya data pengujian menjadi perhatian serius bagi Meregalli. Ia menilai Yamaha masih membutuhkan pemahaman lebih dalam terkait karakter mesin M4, yang diharapkan bisa diperoleh pada tes lanjutan di Sepang dan Buriram.

“Seperti yang kita lihat, semuanya kini baru dan kami belum cukup punya data. Kami akan memahami (kendalanya) ketika kami menjalani sesi tes di Sepang dan Buriram dengan komponen yang sama” kata Meregalli.

Saat ini, para teknisi Yamaha tengah bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan pengembangan mesin. Dengan seri pembuka MotoGP 2026 yang semakin dekat, Yamaha dituntut segera menemukan solusi agar YZR-M1 mampu bersaing di barisan depan dan kembali kompetitif di musim baru.

Komentar pembaca