Manchester United Bangkit, King MU Kembali di Bawah Polesan Michael Carrick

lensautama – Manchester United kembali menunjukkan taringnya di Liga Inggris. Setan Merah sukses mencatatkan empat kemenangan beruntun, sebuah pencapaian yang terakhir kali mereka raih pada Oktober 2022. Kebangkitan ini tak lepas dari tangan dingin Michael Carrick yang berani merombak warisan negatif era Erik ten Hag dan Ruben Amorim.

Julukan ‘King MU’ kembali bergema setelah Manchester United menggilas Tottenham Hotspur dalam lanjutan Premier League. Kemenangan atas Spurs tersebut menjadi yang pertama sejak Oktober 2022, dengan gol dicetak oleh Bryan Mbeumo dan kapten tim Bruno Fernandes.

Performa impresif ini melengkapi rangkaian hasil gemilang MU sebelumnya. Manchester City, Arsenal, Fulham, hingga Tottenham sukses ditundukkan secara beruntun. Setan Merah kini tampil seperti tim yang sulit dihentikan.

Setelah sempat terpuruk di bawah kepemimpinan Ruben Amorim, Manchester United kini meroket ke posisi keempat klasemen sementara Liga Inggris. MU hanya terpaut tiga poin dari Aston Villa yang menempati peringkat ketiga, membuka peluang besar untuk kembali ke papan atas.

Tak hanya itu, MU juga mencatatkan statistik yang mencolok. Hingga pekan ini, Setan Merah telah mengoleksi 44 poin, lebih banyak dibandingkan total poin yang mereka raih sepanjang tahun lalu yang hanya mencapai 42 poin.

“Hasil yang sangat bagus, tapi kami tidak cepat puas” ujar manajer sementara Manchester United, Michael Carrick.

Kembalinya King MU tidak hanya terlihat dari hasil pertandingan, tetapi juga dari perubahan mendasar di balik layar. Carrick, yang kembali datang sebagai caretaker, berani menghapus kebiasaan lama yang mengakar sejak era Erik ten Hag hingga Ruben Amorim.

Salah satu keputusan kecil namun krusial adalah menghapus kewajiban latihan sehari setelah pertandingan. Carrick memilih memberi waktu istirahat penuh kepada para pemain dalam 24 jam pertama pascalaga, demi pemulihan fisik dan mental yang optimal.

Kebijakan tersebut berbanding terbalik dengan pendekatan Ten Hag dan Amorim, yang mewajibkan sesi latihan pascapertandingan tanpa memandang kondisi kebugaran pemain.

Selain itu, Carrick juga mengubah cara berkomunikasi dengan skuad. Ia aktif berbicara langsung kepada pemain di ruang ganti setelah pertandingan, pendekatan yang dinilai mampu membangun kedekatan dan kepercayaan, sesuatu yang jarang dilakukan Amorim.

Di atas lapangan, perubahan semakin terasa. Carrick membongkar formasi tiga bek kaku peninggalan Amorim dan mengembalikan fleksibilitas permainan Manchester United. Kobbie Mainoo kembali dipercaya masuk starting XI, menjadi simbol keseimbangan baru di lini tengah Setan Merah.

Dengan performa yang terus menanjak, Manchester United kini kembali menjadi ancaman serius di Liga Inggris. Di bawah komando Michael Carrick, harapan kejayaan MU perlahan kembali menyala.

Komentar pembaca