lensautama – Ujian krusial menanti Benfica saat menjamu Real Madrid pada lanjutan fase liga Liga Champions di Estadio da Luz, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB pukul 03.00. Pertandingan ini menjadi penentu arah perjalanan kedua tim di kompetisi elite Eropa musim 2025–2026.
Real Madrid datang ke Lisbon dengan situasi yang relatif nyaman. Los Blancos saat ini menempati peringkat ketiga klasemen sementara Liga Champions dengan koleksi 15 poin. Satu hasil positif sudah cukup bagi tim asuhan Carlo Ancelotti untuk memastikan tiket ke babak 16 besar.
Modal Madrid jelang laga ini pun sangat kuat. Pada pertandingan sebelumnya, mereka tampil dominan dengan menghancurkan AS Monaco 6-1 di Santiago Bernabeu, hasil yang menegaskan ketajaman lini serang serta stabilitas permainan sang raksasa Spanyol di Liga Champions.
Berbanding terbalik, Benfica berada dalam tekanan besar. Wakil Portugal itu masih tertahan di peringkat ke-29 dengan raihan enam poin. Kemenangan menjadi satu-satunya opsi realistis bagi tuan rumah untuk menjaga peluang melangkah ke fase berikutnya di Liga Champions.
Tekanan tersebut semakin terasa setelah Benfica menelan kekalahan 0-2 dari Juventus pada laga sebelumnya. Hasil negatif itu membuat margin kesalahan semakin tipis jelang laga hidup mati kontra Real Madrid.
Pertandingan ini juga sarat nuansa emosional karena Benfica kini ditangani Jose Mourinho. Pelatih berpengalaman tersebut memiliki sejarah panjang bersama Real Madrid. Namun, romantisme masa lalu dipastikan harus disingkirkan, mengingat situasi genting yang tengah dihadapi Benfica di Liga Champions musim ini.
Meski jarang bertemu, catatan pertemuan Benfica dan Real Madrid cukup menarik. Dari tiga pertemuan di kompetisi Eropa, Benfica justru unggul dengan dua kemenangan dan mencetak total 11 gol. Salah satu momen bersejarah terjadi pada perempat final musim 1964/1965, ketika Benfica menang dengan agregat 6-3 atas Madrid.
Dengan kondisi klasemen dan performa terkini, duel Benfica vs Real Madrid di Liga Champions diprediksi berlangsung terbuka dan penuh intensitas. Madrid datang dengan kepercayaan diri tinggi untuk mengamankan tiket fase gugur, sementara Benfica akan bertumpu pada dukungan penuh publik Lisbon demi menjaga asa mereka tetap hidup di kompetisi elite Eropa.
