lesautama – Pembalap Gresini Ducati, Alex Marquez, mengaku puas setelah menjajal sistem komunikasi radio MotoGP dalam sesi tes resmi pascabalapan di Sirkuit Aragon, Senin (9/6/2026). Uji coba ini menjadi bagian penting dari persiapan MotoGP menuju penerapan wajib perangkat radio pada musim 2026 mendatang.
Pengujian tersebut dilakukan sehari setelah Grand Prix Aragon dan diikuti oleh sejumlah pembalap yang mencoba versi terbaru sistem komunikasi yang telah dikembangkan MotoGP selama beberapa tahun terakhir. Fokus utama pengembangan teknologi ini adalah meningkatkan aspek keselamatan pembalap saat berada di lintasan.
Dalam tes ini, Alex Marquez untuk pertama kalinya menggunakan perangkat radio secara penuh ketika mengendarai motor. Sistem yang diuji mengandalkan teknologi headset konduksi tulang (bone conduction), sehingga pesan dari pengarah balapan dapat diterima dengan jelas tanpa mengganggu pendengaran alami pembalap.
“Ini pertama kalinya saya benar-benar mencobanya di lintasan. Sebelumnya saya hanya menempatkannya di dalam helm saat di Silverstone, tetapi belum digunakan ketika berkendara” ujar Alex Marquez, seperti dikutip dari Motorsport.
Pembalap asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa perangkat ini bukanlah radio dua arah seperti komunikasi antara pembalap dan kru pit. Informasi yang diterima bersifat satu arah dan hanya berasal dari pengendali balapan, terutama terkait kondisi lintasan dan faktor keselamatan.
“Ini bukan radio sungguhan karena tidak ada orang dari pit yang berbicara kepada Anda. Suaranya selalu ada. Pada awalnya memang tidak mudah memahami semua pesan, tetapi penting untuk mencobanya” jelasnya.
Meski masih membutuhkan proses adaptasi, Alex Marquez menilai hasil uji coba sistem radio MotoGP berjalan positif. Ia juga mengisyaratkan bahwa penggunaan perangkat ini hampir pasti akan diwajibkan mulai musim depan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan pembalap di ajang MotoGP.
