Shammie Zacky Tembus Separuh Perjalanan Rally Dakar 2026

lensautama – Pereli Indonesia, Shammie Zacky Baridwan, berhasil menuntaskan separuh perjalanan rally Dakar 2026 bersama navigatornya, Ignas Daunoravicius asal Lithuania.

Selama tujuh hari kompetisi yang dimulai sejak 3 Januari 2026, performa dan konsistensi Ketua Umum Land Rover Club Indonesia tersebut menunjukkan peningkatan signifikan di tengah kerasnya medan reli paling ekstrem di dunia.

Shammie mengakui bahwa rally Dakar 2026 bukanlah ajang yang mudah ditaklukkan. Jarak tempuh ribuan kilometer dengan kondisi medan ekstrem di gurun Arab Saudi menjadi tantangan besar yang menuntut ketahanan fisik, mental, serta strategi matang dari setiap peserta.

Saat menjalani rest day pada Sabtu (10/1), Shammie membagikan pengalamannya selama tujuh hari pertama balapan. Ia menyebut, mencapai garis finis di setiap etape merupakan impian terbesar seluruh pereli yang berlaga di rally Dakar.

“Menurut saya ini adalah balapan yang sangat berat. Salah satu tantangan terbesarnya adalah jarak tempuh yang sangat panjang. Namun setelah melewati perjuangan di setiap stage, bisa menyentuh garis finis menjadi momen yang sangat membahagiakan karena semua rasa lelah terbayarkan” ujar Shammie Zacky di sela-sela istirahatnya dari hiruk pikuk rally

Bentangan ratusan kilometer di gurun pasir menghadirkan pengalaman tak terlupakan. Rasa lelah, mengantuk, hingga dehidrasi menjadi hal yang tak terhindarkan saat mengarungi stage demi stage dengan konsentrasi tinggi.

Shammie mengungkapkan bahwa ia telah menyiapkan sejumlah strategi sederhana namun efektif untuk menjaga kondisi tubuh selama balapan.

“Selama balapan pasti ada rasa lelah, ngantuk, dan dehidrasi karena jarak panjang, debu, serta karakter trek yang bervariasi. Untuk mengantisipasi hal itu, saya selalu menyiapkan snack dan air minum kecil di dalam kabin agar kondisi tetap terjaga” jelasnya.

Selain faktor fisik, adaptasi terhadap rute menjadi tantangan tersendiri. Meski mendapatkan panduan dari navigator, kondisi medan berupa gundukan pasir halus berwarna cokelat kerap menyulitkan pembacaan navigasi.

Pereli yang juga pernah tampil di Asia Cross Country Rally 2023 ini menilai navigasi dan kekuatan mobil menjadi faktor krusial di rally Dakar 2026. Ia beberapa kali harus mengulang percobaan saat menaklukkan bukit pasir akibat keterbatasan tenaga mobil yang digunakan.

“Hal paling sulit menurut saya adalah navigasi, kecepatan, dan sand dune test. Toyota Bundera yang saya pakai memiliki tenaga yang pas-pasan, sehingga saya dan navigator harus beberapa kali mengulang untuk bisa naik ke puncak bukit pasir” tambah Shammie.

Meski harus berjuang ekstra di setiap etape, hasil yang diraih Shammie terbilang sangat impresif. Dari total tujuh stage termasuk SS Prologue, pereli yang tergabung dalam tim asal Prancis, Compagnie Saharienne, berhasil menembus peringkat kedelapan overall serta peringkat keempat Kelas H.1.

“Kami bersyukur bisa berada di posisi delapan overall dan keempat di kelas H.1. Tidak mudah karena harus bersaing dengan para pereli legendaris dunia yang sudah sangat berpengalaman di Dakar. Hasil ini sudah sangat baik bagi kami sejauh ini” pungkasnya.

Komentar pembaca