lensautama – Marc Marquez memasuki babak baru dalam karier panjangnya di ajang MotoGP. Meski usia tak lagi muda untuk ukuran pembalap elite, rider asal Spanyol itu justru menunjukkan performa yang semakin matang dan stabil.
Bahkan, Marquez kini disebut-sebut sebagai kandidat terkuat juara dunia MotoGP, dengan julukan baru yang mulai melekat padanya: “jagoan tua.”
Selama bertahun-tahun, sebutan tersebut identik dengan legenda MotoGP asal Italia, Valentino Rossi. Rossi dikenal mampu menjaga performa puncak hingga usia matang, termasuk mencatat gelar juara dunia secara beruntun saat berusia 29 dan 30 tahun. Rekor tersebut lama dianggap sulit dilampaui di era MotoGP modern.
Namun, catatan emas Valentino Rossi kini berada di ambang terlewati. Marc Marquez sukses merebut gelar juara dunia MotoGP musim 2025 pada usia 32 tahun, sebuah pencapaian yang menegaskan kebangkitannya setelah melewati masa sulit akibat cedera.
Jika Marquez kembali menjadi kampiun pada MotoGP 2026, ia bukan hanya melampaui rekor back to back Rossi di usia senior, tetapi juga mengukuhkan diri sebagai pembalap paling dominan di usia matang.
Dikutip dari Motorsport, performa impresif Marc Marquez sepanjang musim 2025 menjadi fondasi kuat optimisme tersebut. Ia tampil konsisten di hampir setiap seri, agresif saat duel di lintasan, dan mampu memaksa para rivalnya bekerja ekstra keras hingga lap terakhir.
Kondisi fisik yang kembali prima, ditopang motor yang semakin kompetitif, membuat Marc Marquez dijagokan sebagai favorit utama juara dunia MotoGP musim depan. Pengalaman panjang di lintasan, kecerdikan membaca balapan, serta insting tajam saat menyalip menjadi modal besar dalam persaingan level tertinggi.
Tak hanya soal usia dan gelar juara beruntun, Marc Marquez juga berpeluang melampaui pencapaian Valentino Rossi dalam daftar juara dunia. Saat ini, keduanya sejajar dengan tujuh gelar juara dunia di kelas premier 500cc/MotoGP dan sembilan gelar juara dunia secara keseluruhan.
Satu gelar tambahan akan membuat Marc Marquez berdiri sendiri di puncak daftar pembalap tersukses sepanjang sejarah MotoGP. Jika itu terwujud, ia tak hanya mencatatkan rekor baru, tetapi juga mengukuhkan statusnya sebagai “jagoan tua” baru MotoGP yang masih lapar prestasi.
