lensautama – Alex Marquez mengungkapkan kekecewaannya terhadap perlakuan Ducati, meskipun dirinya menutup musim MotoGP 2025 sebagai runner-up. Pembalap Gresini Racing tersebut merasa masih dipandang sebelah mata dan kurang dihargai, terutama karena terus dibandingkan dengan kakaknya, Marc Marquez.
Musim 2025 menjadi tahun paling gemilang dalam karier Alex Marquez sejak debut di kelas premier pada 2020. Ia tampil mengejutkan dengan meraih enam kemenangan, termasuk tiga kemenangan Grand Prix di Jerez, Catalunya, dan Malaysia.
Dengan raihan 467 poin, Alex hanya tertinggal 78 poin dari Marc Marquez yang keluar sebagai juara dunia MotoGP 2025, dan unggul jauh 114 poin atas Marco Bezzecchi yang menempati posisi ketiga klasemen.
Performa tersebut menjadikan Alex sebagai salah satu pembalap paling konsisten musim lalu, sekaligus menunjukkan perkembangan signifikan bersama Gresini Racing.
Meski sukses besar, Alex merasa bahwa Ducati belum sepenuhnya memberikan apresiasi yang layak.
Ia menuturkan bahwa banyak komentar yang meremehkan pencapaiannya, seolah hasil podium dan kemenangan yang diraihnya hanya karena ia mengendarai motor Ducati.
“Berkali-kali aku mendengar komentar seperti ‘dia naik podium karena memakai motor Ducati’ atau ‘di mana pembalap Ducati lainnya?’ Pada akhirnya itu seperti hal yang wajar” ujar Alex Marquez.
Menurut Alex, perbandingan dengan sang kakak—yang merupakan salah satu pembalap terhebat dalam sejarah MotoGP—membuat kontribusinya seakan kurang dihargai.
“Jika Anda membandingkan diriku dengan Marc, dan aku kurang dihargai, itu karena dia pembalap terbaik, jika bukan yang terhebat dalam sejarah” tambahnya.
Alex menegaskan bahwa ia tidak ingin membuat perbandingan antar-era atau antar-generasi pembalap MotoGP. Yang terpenting baginya adalah apa yang ditunjukkan di lintasan sepanjang musim.
“Pada akhirnya, kurasa di musim ini orang-orang mengerti. Orang-orang di paddock telah melihat apa yang mampu kami lakukan dan itu yang penting” jelasnya.
