Jakarta – Adira Finance, salah satu perusahaan pembiayaan terkemuka di Indonesia, terus memperkuat inovasi dan ekspansi bisnisnya di tengah tantangan ekonomi sepanjang tahun 2024.
Meski menghadapi perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan nasional, Adira tetap menunjukkan komitmen dalam memberikan solusi pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
Tahun 2024 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi ekonomi global, dengan pertumbuhan hanya 3,2%berdasarkan proyeksi IMF. Sementara itu, ekonomi Indonesia juga mengalami perlambatan dengan pertumbuhan 5,03%, lebih rendah dibandingkan 5,3% pada 2023.
Faktor utama perlambatan ini meliputi pelemahan daya beli masyarakat, penurunan produktivitas usaha, serta fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS yang mencapai Rp16.259 per USD pada Januari 2025.
Sektor otomotif turut terdampak dengan penurunan penjualan kendaraan roda empat sebesar 11%, menjadi 890 ribu unit. Sebaliknya, penjualan kendaraan roda dua meningkat 5%, mencapai 6,3 juta unit. Namun, angka ini masih belum kembali ke level sebelum pandemi Covid-19.
Menghadapi kondisi pasar yang menantang, Adira menerapkan strategi selektif dalam penyaluran pembiayaan guna menjaga kualitas aset. Akibatnya, total pembiayaan baru Adira Finance pada 2024 menurun 12% y/y menjadi Rp36,6 triliun.
Namun, perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan pembiayaan non-otomotif sebesar 10%, mencapai Rp9,8 triliun, yang sebagian besar berasal dari produk Solusi Dana, yaitu pembiayaan multiguna dengan jaminan BPKB kendaraan.
Meski menghadapi penurunan di sektor otomotif, piutang pembiayaan yang dikelola tetap stabil di angka Rp56,0 triliun.
Adira Finance terus memperluas portofolio pembiayaannya di luar sektor otomotif, termasuk pembiayaan alat berat dan multiguna. Pada November 2024, Adira meluncurkan Solusi Dana, yang membantu pelanggan memenuhi berbagai kebutuhan finansial seperti pendidikan, renovasi rumah, hingga modal usaha.
Sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung transisi energi bersih, Adira Finance juga semakin aktif dalam pembiayaan kendaraan listrik (EV) Sepanjang 2024, total pembiayaan EV mencapai Rp379,6 miliar.
Selain itu, perusahaan bekerja sama dengan Istiqlal Global Fund (IGF)** dalam peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Masjid Istiqlal, sebagai langkah nyata dalam mendukung energi hijau.
Untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan, Adira Finance memperluas jaringan bisnisnya secara strategis. Hingga Desember 2024, perusahaan telah mengoperasikan 508 jaringan bisnis di seluruh Indonesia, termasuk cabang syariah.
Di sisi digital, Adira Finance terus mengoptimalkan layanan melalui platform seperti Adiraku, momobil.id, momotor.id, dan dicicilaja.com. Pada 2024, perusahaan meluncurkan aplikasi Danadira, yang memungkinkan pengajuan pembiayaan dana instan secara digital, mulai dari pengajuan, pencairan dana, hingga pembayaran angsuran.
Selain itu, Adira Finance kembali menjadi Official Multifinance Partner di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025, berkolaborasi dengan Bank Danamon, MUFG, momobil.id, dan momotor.id. Acara ini menjadi ajang bagi Adira Finance untuk memperkenalkan solusi pembiayaan inovatif bagi pelanggan yang ingin memiliki kendaraan baru.
Dari sisi keuangan, pendapatan Adira Finance tumbuh 5% y/y menjadi Rp10,0 triliun, meski total beban meningkat **17% y/y menjadi Rp8,2 triliun, akibat naiknya biaya pendanaan dan biaya kredit.
Akibatnya, laba bersih setelah pajak mengalami koreksi menjadi Rp1,4 triliun. Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) tercatat masing-masing sebesar 5,3% dan 12,7%.