Jakarta – Pebalap MotoGP Enea Bastianini resmi dipercaya menjadi brand ambassador global Police untuk periode 2026–2027. Kolaborasi tersebut menandai langkah baru brand lifestyle asal Italia itu dalam membawa karakter dunia balap ke ranah fashion dan gaya hidup.
Enea Bastianini yang kini memperkuat Red Bull KTM Tech3 dipilih Police karena dinilai memiliki karakter yang selaras dengan DNA brand, yakni berani, tegas, autentik, sekaligus tetap rendah hati di luar lintasan.
Kolaborasi ini juga menjadi kali pertama Police menggandeng figur dari ajang MotoGP. Sebelumnya, brand tersebut telah berkolaborasi dengan sejumlah nama dari dunia Formula 1, sepak bola internasional, hingga industri hiburan.
Bagi Police, kehadiran Enea Bastianini bukan sekadar menjadikannya sebagai wajah kampanye. Kolaborasi ini mempertemukan dua karakter yang sama-sama mengandalkan keberanian, presisi, serta kebebasan berekspresi.
Regional Marketing Manager APAC De Rigo, Valentina Olivier, mengatakan karakter Bastianini menjadi salah satu alasan utama Police memilih pebalap berjuluk The Beast tersebut.
“Police memilih Enea karena karakternya, baik di luar lintasan maupun di dalam lintasan, sangat mencerminkan DNA Police” ujar Valentina saat jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (6/10).
Menurut Valentina, Bastianini memiliki ketegasan dan keberanian ketika berada di atas motor, tetapi tetap menunjukkan sisi rendah hati ketika berada di luar arena balap.
“Dia memiliki ketegasan dan keberanian saat beraksi, namun tetap sangat humble” katanya.
“Nilai keberanian yang rendah hati inilah yang Police usung untuk periode 2026–2027” tutur Valentina.
Sebagai brand ambassador global, Enea Bastianini tidak hanya terlibat dalam aktivitas Police yang berkaitan dengan MotoGP.
Valentina menyebut Bastianini akan hadir dalam berbagai kegiatan brand, mulai dari paddock MotoGP hingga agenda resmi dan aktivitas lifestyle di luar arena balap sepanjang 2026.
Bagi Bastianini, kolaborasi tersebut mempertemukan dua dunia yang memiliki benang merah berupa performa dan karakter.
“Ini adalah sesuatu yang istimewa. Saya dan Police bersatu dalam sebuah kerja sama yang dibangun atas karakter dan tekad. Perjalanan ini dimulai sekarang” ujar Bastianini dalam siaran resmi kolaborasi Police.
Kehadiran pebalap MotoGP sebagai wajah brand lifestyle juga menunjukkan bagaimana figur olahraga kini semakin banyak dimanfaatkan untuk membangun kedekatan dengan konsumen melalui karakter personal, bukan hanya popularitas.
MotoGP menjadi salah satu panggung yang menarik karena para pembalap tidak hanya dikenal melalui performa ketika berkompetisi, tetapi juga gaya personal yang ditampilkan di luar lintasan.
Kolaborasi Police dan Bastianini kemudian diterjemahkan melalui koleksi eyewear terbaru bertajuk Police Unlocked.
Koleksi tersebut mengangkat kembali simbol elang sebagai salah satu identitas khas Police. Elemen elang tidak hanya digunakan sebagai logo, tetapi menjadi bagian dari konstruksi desain kacamata melalui detail metal yang menghubungkan bagian depan frame dengan tangkai.
Bentuk tersebut dibuat menyerupai sayap elang yang sedang terbentang sehingga memberikan kesan dinamis sekaligus tegas ketika dikenakan.
Tiga model utama dalam koleksi Police Unlocked yang dikurasi bersama Bastianini adalah SPLU77, SPLU78, dan SPLU79, dengan karakter desain yang berbeda.
SPLU77 hadir dengan bentuk rectangular yang tegas menggunakan material acetate. Detail metal menyerupai sayap ditempatkan pada bagian tangkai sebagai elemen visual utama.
Sementara SPLU78 menawarkan pendekatan yang lebih urban dengan garis desain lebih mengalir serta penggunaan material ringan untuk memadukan kenyamanan dan tampilan modern.
Adapun SPLU79 membawa bentuk geometris yang lebih berani dan ditujukan bagi pengguna yang ingin menjadikan eyewear sebagai bagian dari karakter personal.
Valentina mengatakan kolaborasi dengan Bastianini semakin relevan karena basis konsumen Police selama ini didominasi oleh konsumen laki-laki.
“Mayoritas konsumen Police memang laki-laki, dan untuk saat ini kami sangat antusias menjalani kolaborasi ini bersama Enea” ucapnya.
Menurut Valentina, keterlibatan pebalap MotoGP juga membuka pengalaman baru bagi Police setelah sebelumnya brand tersebut lebih banyak hadir melalui figur dari Formula 1, sepak bola, dan dunia hiburan.
“Ini adalah pengalaman pertama Police masuk ke ranah MotoGP, setelah sebelumnya kami banyak hadir di ajang F1, sepak bola, hingga dunia peran” katanya.
Kehadiran Bastianini dinilai memiliki relevansi kuat dengan pasar Asia, termasuk Indonesia yang memiliki basis penggemar MotoGP cukup besar.
Direktur PT Intikatama, distributor resmi Police di Indonesia, Giorgio Pratadaja, menjelaskan momentum tersebut menjadi peluang untuk memperkuat posisi Police di pasar Tanah Air.
“Kami kenapa baru sekarang (kerjasama dengan Enea), karena MotoGP adalah ajang balap yang luar biasa besar, dan pasar Police sangat luas” ujar Giorgio.
Menurut dia, kehadiran Bastianini memberikan energi baru bagi Police, khususnya dalam menjangkau konsumen yang memiliki ketertarikan terhadap otomotif sekaligus lifestyle.
“Kehadiran Enea memberi energi baru bagi Police di mata para penggemar otomotif dan lifestyle” katanya.
Giorgio juga tidak menutup kemungkinan Police kembali menggandeng figur dari Indonesia untuk memperkuat kedekatan dengan konsumen lokal.
Peluang tersebut termasuk menghadirkan pebalap muda Indonesia dalam berbagai aktivitas Police pada masa mendatang.
“Ke depannya sangat memungkinkan ada kolaborasi dengan figur dari Indonesia, misalnya pebalap muda Vega yang tengah bersinar di Moto3, itu mengapa tidak” ungkap Giorgio.
Menurut Giorgio, Indonesia memiliki posisi penting bagi Police karena merupakan salah satu pasar besar brand tersebut di kawasan Asia.
“Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar Police di Asia” katanya.
Police sebelumnya juga pernah menggandeng aktor Indonesia Chicco Jerikho sebagai brand ambassador selama satu tahun. Karena itu, peluang menghadirkan kembali figur lokal masih terbuka.
Masuknya produk global ke pasar Indonesia turut membawa tantangan tersendiri, terutama terkait kenyamanan penggunaan di tengah karakter iklim tropis dan bentuk wajah konsumen Asia.
Giorgio mengatakan perkembangan pasar Asia membuat brand global kini semakin memperhatikan aspek tersebut dalam menentukan produk yang dipasarkan.
“Merek-merek global awalnya melihat pangsa pasar Asia relatif kecil, namun setelah memahami karakteristik kawasan Asia seperti Indonesia yang sangat tropis, panas, serta memiliki struktur anatomis wajah yang khas, pendekatan itu berubah” jelasnya.
Karena itu, aspek Asian Fit menjadi salah satu pertimbangan dalam proses kurasi produk yang dipasarkan di Indonesia.
Penyesuaian tersebut antara lain berkaitan dengan bentuk bantalan hidung, konstruksi frame, hingga pemilihan material yang tetap nyaman digunakan dalam kondisi cuaca panas dan lembap.
Material seperti titanium dan acetate ringan menjadi salah satu pilihan karena dapat memberikan kombinasi antara bobot, kenyamanan, dan ketahanan untuk penggunaan sehari-hari.
“Kami terus berupaya menyesuaikan koleksi dengan bentuk wajah, iklim, dan keinginan masyarakat Indonesia tanpa mengurangi sedikit pun esensi desain premium globalnya” kata Giorgio.
Kolaborasi Police dan Enea Bastianini memperlihatkan semakin tipisnya batas antara dunia olahraga dan lifestyle.
Pebalap MotoGP kini tidak hanya hadir sebagai atlet yang dinilai berdasarkan performa di lintasan, tetapi juga menjadi representasi karakter, gaya personal, dan identitas yang dapat diterjemahkan ke dalam kehidupan sehari-hari.
Sepanjang 2026, Bastianini akan menjadi bagian dari berbagai aktivitas Police, mulai dari agenda di sekitar paddock MotoGP hingga kegiatan resmi brand dan aktivitas lifestyle di luar lintasan.
