Jakarta – Wahana Makmur Sejati kembali mengingatkan pentingnya budaya berkendara aman melalui kampanye #Cari_Aman, terutama saat pengendara menghadapi kendaraan darurat seperti ambulans di tengah kemacetan jalan.
Situasi macet panjang di jalan raya kerap membuat pengendara panik ketika mendengar sirene ambulans dari belakang. Tidak sedikit pengendara yang justru kebingungan menentukan langkah, bahkan ada yang nekat mengikuti ambulans untuk menerobos kemacetan.
Padahal, ambulans yang membawa pasien dalam kondisi darurat memiliki prioritas utama di jalan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 134 dan 135.
Menurut Agus Sani, ketenangan menjadi hal paling penting ketika pengendara mendengar suara sirene ambulans.
“Saat mendengar sirene ambulans, hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang. Kepanikan justru dapat memicu keputusan yang keliru dan meningkatkan risiko kecelakaan. Prinsip #Cari_Aman harus selalu menjadi prioritas, bahkan dalam kondisi yang mendesak” ujar Agus Sani.
Sebagai bagian dari edukasi safety riding, Wahana membagikan sejumlah langkah penting yang wajib dipahami pengendara sepeda motor saat menghadapi ambulans di tengah kemacetan.
Langkah pertama adalah tetap tenang dan tidak melakukan manuver mendadak. Pengendara diimbau menghindari pengereman spontan yang dapat memicu kecelakaan di jalan raya.
Selanjutnya, pengendara diminta segera menepi ke sisi kiri jalan atau lajur aman secara perlahan agar ambulans mendapatkan ruang melintas dengan lancar.
Selain itu, Wahana juga mengingatkan pentingnya memeriksa spion dan blind spot sebelum berpindah posisi. Langkah ini penting untuk memastikan kondisi sekitar tetap aman bagi pengguna jalan lainnya.
Dalam kondisi lalu lintas yang sangat padat, pengendara dianjurkan berhenti dan memberikan ruang semaksimal mungkin bagi ambulans. Bila diperlukan, mesin kendaraan juga dapat dimatikan sementara demi keselamatan bersama.
Hal yang paling ditekankan Wahana adalah larangan mengikuti ambulans untuk menerobos kemacetan. Tindakan tersebut dinilai sangat berbahaya dan dapat menghambat proses penyelamatan pasien.
“Mengikuti ambulans untuk kepentingan pribadi adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Selain berisiko tinggi, hal tersebut juga mengganggu upaya penyelamatan yang sedang berlangsung. Kami mengajak seluruh pengendara sepeda motor untuk mengedepankan empati dan tetap konsisten menerapkan #Cari_Aman dalam setiap situasi” tambah Agus Sani.
Melalui edukasi keselamatan berkendara yang terus dilakukan, Wahana berharap kesadaran masyarakat dalam menghormati kendaraan prioritas semakin meningkat.
Wahana menilai bahwa memberikan jalan bagi ambulans bukan hanya sekadar kewajiban sesuai aturan lalu lintas, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap sesama yang sedang membutuhkan pertolongan darurat.
Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan budaya safety riding di Indonesia, Wahana terus mendorong masyarakat menjadikan #Cari_Aman sebagai gaya hidup berkendara sehari-hari agar tercipta lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.
