Site icon LensaUtama

BYD Seal Terbakar di Hong Kong

BYD Seal

Jakarta – Insiden kebakaran melibatkan mobil listrik BYD Seal terjadi di Tuen Mun Road, Hong Kong, pada 3 Maret 2026. Peristiwa tersebut sempat menyebabkan gangguan lalu lintas di sekitar kawasan Tsing Tin Interchange sebelum akhirnya berhasil ditangani oleh petugas pemadam kebakaran.

Mobil listrik BYD berwarna perak itu dilaporkan terbakar sekitar pukul 14.01 waktu setempat ketika sedang melaju menuju kawasan Hung Shui Kiu. Tim darurat dari Hong Kong Fire Services Department tiba beberapa menit setelah laporan diterima dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 14.19.

Berdasarkan laporan media lokal HKET, pengemudi perempuan yang mengendarai mobil listrik BYD Seal tersebut berhasil keluar dari kendaraan sebelum api membesar. Karena itu, tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.

Meski demikian, kebakaran yang terjadi di dalam kabin mobil menyebabkan kerusakan cukup parah pada bagian interior kendaraan.

Hasil investigasi teknis yang dilakukan di pusat layanan BYD menunjukkan bahwa kebakaran tidak berasal dari kerusakan sistem kendaraan, baik mekanis maupun kelistrikan.

Mengutip laporan Carnewschina, BYD menjelaskan bahwa sumber api berasal dari perangkat power bank atau pengisi daya portabel yang diletakkan di kursi penumpang.

Perangkat tersebut diduga mengalami korsleting atau fenomena thermal runaway, yang kemudian memicu kebakaran di dalam kabin mobil.

Dalam pernyataan resminya, BYD menegaskan bahwa sistem tegangan tinggi kendaraan tidak terlibat dalam proses awal kebakaran, meskipun suhu tinggi menyebabkan kerusakan pada sejumlah komponen interior.

Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa paket baterai Blade Battery pada mobil listrik BYD Seal tetap berada dalam kondisi utuh meskipun terjadi kebakaran di dalam kabin.

Beberapa komponen interior seperti plastik dan kaca memang mengalami kerusakan akibat suhu tinggi, namun sel baterai tidak mengalami thermal runaway.

Hal ini karena baterai tersebut menggunakan teknologi Lithium Iron Phosphate (LFP) yang memiliki ambang suhu eksotermik lebih tinggi dibandingkan jenis baterai lainnya.

Baterai LFP diketahui memiliki ambang suhu lebih dari 500 derajat Celsius, jauh lebih tinggi dibandingkan baterai berbasis Nickel Manganese Cobalt (NMC) yang biasanya berada di kisaran 200 derajat Celsius.

Selain itu, struktur aluminium berbentuk sarang lebah pada baterai juga berfungsi sebagai penghalang panas sehingga api dari kabin tidak menembus kompartemen sel baterai.

Mobil listrik BYD Seal dibangun menggunakan platform e-Platform 3.0 yang mengadopsi teknologi Cell-to-Body (CTB). Teknologi ini mengintegrasikan baterai sebagai bagian dari struktur rangka kendaraan sehingga meningkatkan kekakuan dan keamanan mobil.

Konfigurasi tersebut memberikan tingkat kekakuan torsional hingga 40.500 Nm/°, angka yang setara dengan sedan performa premium.

Selain itu, desain paket baterai menggunakan struktur “sandwich” dengan panel aluminium berkekuatan tinggi yang berfungsi sebagai perlindungan tambahan bagi sel baterai.

Mobil listrik BYD ini juga dilengkapi berbagai fitur keselamatan modern, seperti airbag tengah untuk mengurangi benturan antar penumpang serta sistem eCall yang dapat secara otomatis menghubungi layanan darurat saat terjadi kecelakaan.

Insiden kebakaran yang melibatkan mobil listrik BYD Seal ini juga menjadi pengingat bahwa perangkat elektronik portabel seperti power bank dapat menimbulkan risiko kebakaran jika mengalami kerusakan atau korsleting.

Meskipun mobil listrik sering menjadi sorotan terkait keamanan baterai, hasil investigasi pada kasus ini menunjukkan bahwa sumber api justru berasal dari perangkat eksternal yang berada di dalam kabin kendaraan.

Exit mobile version